Naik Haji Berulangkali Sama dengan Zalim!

Naik Haji Berulangkali Sama dengan Zalim!

Jakarta Agenda tahunan bagi umat Islam, yakni pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 sebentar lagi digelar. Namun, dalam pelaksanaannya seringkali dipenuhi berbagai masalah, seperti pemondokan, biaya, rotasi hingga penyediaan makanan atau katering.
 
Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Ya'qub, banyaknya literatur dari ulama Arab Saudi yang menyebutkan berhaji secara berulangkali itu merupakan sebuah kezaliman yang besar.
 
"Di Indonesia pergi haji  jadi lahan untuk menyombongkan diri. Semakin banyak semakin bangga, padahal itu bukan tuntunan agama. Kewajibannya satu kali, sementara kewajiban yang lain itu masih banyak," katanya dalam diskusi di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (11/8/2015).
 
Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk Indonesia, lanjut Ali pemerintah akan menghadapi masalah jika masih banyak masyarakat yang pergi haji secara terus berulang-ulang. 
 
"Saya khawatir kalau di Indonesia tidak buat aturan yang membatasi seperti itu, bisa saja kita menunggu 50 tahun untuk pergi haji. Makanya perlu ada aturan yang membatasi orang untuk tidak bolak-balik pergi haji," tegasnya.
 
Untuk itu, Kemenag secara tegas menyarankan tidak melayani warga yang ingin berhaji secara berulang. Pelarangan itu, tidak membutuhkan fatwa meski orang Indonesia tetap pandai mengakali birokrasi.
 
"Tidak perlu fatwa karena itu kebijakan publik, sudah selesai itu. Ini poinnya, tapi tetap ada problem. Bagaimana dia tahu kalau dia itu baru sekali haji, didatain tetapi orang Indonesia pintar dia bisa ganti KTP," tegasnya.
 
Ali mencontohkan, trik agar lolos dari pendataan adalah dengan mencopot stempel pergi haji di paspor. "Kalau ada stempel sudah pergi haji, tahun sekian, itu paspornya yang halaman itu dilepas. Dengan demikian, ketika diperiksa enggak ada stempel itu," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,