Kabizza Festival Ajang Promosi Kabisa Pemuda Jabar

Kabizza Festival Ajang Promosi Kabisa Pemuda Jabar

Deputi Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana. (Foto : ADE)

Bandung – Tingginya bunga yang diterapkan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) membuat masyarakat lebih cenderung memilih meminjam uang pada bank pemerintah. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menginginkan agar BPR bisa menurunkan bunga pinjaman agar mereka bisa bersaing sehat dengan perbankan lain. Menurut pernyataan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Heru Kristiana, selama ini bunga yang diterapkan BPR terbilang tinggi. Ini bisa ditekan supaya mereka bisa bersaing dengan perbankan lain. “Bunga BPR mempunyai kemungkinan diturunkan jika setiap BPR bisa menekan biaya operasional. Jika suku bunga sudah kompetitif ini bisa akan menambah daya saing produk perbankan,” tegas Heru Kristiana di salah satu hotel di kawasan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (29/10/2014). Heru mengkhawatirkan, jika BPR tidak bisa menurunkan suku bungan pinjaman, di era AEC (Asean Economy Community) atau MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015, pertumbuhan BPR akan kalah bersaing. “Pada AEC atau MEA 2015, jika suku bunga masih tinggi dikhawatirkan BPR tidak akan bisa bersaing,” imbuh Heru. Untuk menghadapi era AEC atau MEA BPR dituntut untuk memperkuat ke lembagaan agar bisa bersaing dengan bank umum. BPR punya karakteristik lebih dekat dengan masyarakat, seharusnya BPR bisa bersaing dan merangkul para pengusaha UMKM di era MEA atau AEC.(Ode)** .

Categories:Bandung,
Tags:bandung,