Nelayan Malah Diuntungkan oleh Fenomena El Nino

Nelayan Malah Diuntungkan oleh Fenomena El Nino

Bandung - Musim kemarau panjang yang sedikit banyak terpengaruh oleh fenomena El Nino, menyebabkan kekeringan dan berdampak buruk terhadap para petani. Namun berbeda halnya dengan para nelayan dan juga para petani garam.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, saat ditemui wartawan dalam acara 10th Annual Indonesia-U.S Partnership Workshop on Ocean and Climate di Hotel Hilton, Jalan Pasirkaliki, Bandung, Rabu (12/8/2015).

"Karena El Nino, lautan itu suhunya menjadi dingin, sehingga lautan bisa menghasilkan klorofil yang banyak sekali. Dengan demikian, ikan-ikan akan banyak timbul ke permukaan.  Hal itu jelas menjadi kesempatan bagin nelayan untuk panen ikan," bebernya.

Meski fenomena El Nino menyebabkan cuaca kemarau berkepanjangan bahkan sampai kekeringan, menurut Andi beberapa sektor yang terkena dampak sudah sangat siap menghadapi  fenomena El Nino tersebut. Contohnya, sektor pertanian dan kehutanan.

Oleh karena itu, BMKG (Indonesia) bersama dengan National Oceanic and Atmosphere Administration (NOOA) dari Amerika menjalin kerja sama, dalam
memperbaiki model prediksi iklim dan kelautan di Indonesia dan Samudera Hindia. Hal itu agar ke depan iklim ekstrem dan kemunculan El Nino mampu diprediksi secara akurat.

"Salah satunya caranya, dengan observasi iklim dan kelautan, dengan memasang sebuah teknologi canggih, yang mampu mengumpulkan data dan informasi terkait El Nino." paparnya. Tentunya dengan tingkat akurasi yang tinggi, pada akhirnya bisa dimanfaatkan berbagai sektor terkait dalam mengurai dan memprediksi masalah iklim. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,