BMKG Jalin Kerja Sama dengan NOAA AS

BMKG Jalin Kerja Sama dengan NOAA AS


Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melakukan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding, dengan badan pemerintahan dari Amerika Serikat, yakni National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) berkaitan dengan perkiraan cuaca melalui kelautan.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya menuturkan, program kerja sama ini dilakukan untuk memelihara dan merawat Buoy Atlas, yang terdapat di kawasan Samudera Hindia yang dekat dengan Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam acara 10th Annual Indonesia-U.S Partnership Workshop on Ocean and Climate di Hotel Hilton, Jalan Pasirkaliki Bandung, Rabu (12/8/2015).

"Ada lima hal yang kita lakukan di situ. Misalnya annual workshop yang terus kita lakukan setiap setahun sekali," ungkapnya. Bentuk program lainnya, menurut Andi, ada capacitive building, yaitu setiap tahunnya, pihaknya akan mengirim dua mahasiswa ke Amerika untuk program master atau doktor. Upaya itu dilakukan agar dapat memperkaya sumber daya manusia, yang nantinya dapat memprediksi iklim-iklim ekstrem seperti El Nino atau La Nina.

"Jadi, kita kerja sama di situ, di dalamnya ada peneliti-peneliti dari BMKG, ada dari BPPT, LIPI, Lapan, kemudian dari peneliti Amerika. Kita bekerjasama untuk yang berkaitan seluruhnya dengan kelautan," bebernya.

Alat atau sistem Buoy Atlas itu sendiri banyak memberikan manfaat, di antaranya mengukur tinggi gelombang laut, tinggi arus laut, tinggi suhu laut, arah dan kecepatan angin. Sekaligus memetakan potensi energi, menentukan daerah penangkapan ikan, dan keamanan. Selain itu, membantu mitigasi bencana gempa tektonik yang terjadi di dasar laut atau bencana Tsunami.

Sementara itu, Coordinator International NOAA Climate Program Office Office of Climate Observation (OCO) Sydney Thruston memaparkan, selain menjalin kerja sama yang sebelumnya disampaikan oleh pihak BMKG, juga dapat memajukan sosial dan ekonomi di Indonesia. "Kita yakin sekali kerja sama ini bermanfaat, terutama untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi Indonesia," pungkasnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,