BUMD Jabar Tak Sehat, Jangan Dibiarkan

BUMD Jabar Tak Sehat, Jangan Dibiarkan

Didin Supriadin

Bandung - Komisi III DPRD Jawa Barat mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Jabar agar jangan membiarkan beroperasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak sehat, atau tidak memberikan kontribusi terhadap kas daerah.

"BUMD tidak sehat jangan dibiarkan, kalau dibiarkan konsekuensinya utang bisa bertambah," kata Ketua Komisi III DPRD Jabar Didin Supriadin usai rapat dengan seluruh BUMD milik Pemprov Jabar di Bandung, Rabu (29/10/2014).

Ia menegaskan, Pemprov Jabar harus lebih serius mengelola BUMD, karena keberadaan BUMD akan memberi kontribusi terhadap kas daerah.

DPRD Jabar, lanjut dia, akan terus mendorong peningkatan kinerja BUMD untuk memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat.

"BUMD memiliki dua tujuan penting, yakni memberikan pemasukan pada PAD dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat," katanya.

Rapat perdana Komisi III itu diikuti BUMD Bank Jabar Banten, PT Jasa Sarana, PT Jamkrida Jabar, PD Agronesia, dan PD Jawi.

Dalam rapat itu, masing-masing BUMD menerangkan rencana kinerja untuk mencapai bisnis yang sukses.

"Dalam pemaparan itu juga macam-macam, ada yang untung ada juga yang rugi," katanya.

Ia berharap, Biro Administrasi Perekonomian dapat lebih berperan aktif, bukan sekadar menjadi pengawas dan pembina BUMD.

Didin juga berharap, adanya ketegasan dan berani untuk melakukan evaluasi kinerja BUMD beserta direksinya.

"Kalau tidak untung terus, tidak mencapai target, kenapa direksinya harus dipertahankan," kata politisi dari Partai Demokrat itu. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:jabar,