Polisi pun Gerebek Peternakan Sapi Potong di Tangerang

Polisi pun Gerebek Peternakan Sapi Potong di Tangerang

Jakarta -  Penyidik Bareskrim Polri menggerebek peternakan sapi potong atau feedloter yang berada di Jalan Kampung Kelor No. 33, Sepatan, Tangerang, Banten. Peternakan milik PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS) ini digrebek terkait dugaan penimbunan sapi hingga menimbulkan kelangkaan daging sapi akhir-akhir ini.
 
Penggerebekan yang dilakukan Rabu petang itu, polisi menemukan 3.164 ekor sapi, 500 ekor di antaranya sudah memenuhi persyaratan untuk dijual atau dipotong tapi urung dilakukan. "Dugaan ini karena ada kelangkaan daging, jadi kita cek penampungan sapi. Bisa saja kelangkaan ini ada unsur kesengajaan. Ada ribuan sapi, dan 500 tidak dipotong," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Budi Waseso di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
 
Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan data serta saksi atas adanya dugaan penimbunan daging sapi tersebut. "Tempat yang dimaksud sudah dipasangi garis polisi," katanya. Penyidik juga menyasar peternakan sapi potong lainnya yang diduga melakukan penimbunan. Namun, ia enggan membeberkan lebih jauh.
 
"Operasi kepada beberapa tempa yang diduga menjadi penimbunan sapi ini dilakukan, karena menjadi masalah hingga menjadi suatu kelangkaan. Kita melakukan operasi secara serentak yang dilakukan oleh penyidik. Kalau sekarang yang dilaporkan baru satu," tegasnya.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, penggerebekan merupakan upaya pihaknya untuk mencari tahu apakah ada pelanggaran hukum yang dilakukan pemilik peternakan sapi potong.  "Bisa juga terjadi itu (kelangkaan)," kata Badrodin.
 
Disebutkan, dari data yang diperoleh Kementerian Pertanian (Kementan) diketahui terdapat 41 tempat peternakan sapi potong yang sedang diteliti oleh Bareskrim Polri. Namun, penggerebekan dilakukan bukan berdasarkan laporan Kementan. "Makanya kita harus selalu mengadakan penelitian. Setelah mendapat data dari kementan kita cek ke lapangan ada indikasi ya kita lakukan," katanya.
 
Menurutnya, ada 7 perusahaan lain yang diduga melakukan pelanggaran tidak hanya terkait daging sapi. "Modusnya mematikan produk dalam negeri. Bisa saja dengan cara memainkan harga dan memonopoli," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,