HUT RI Sarana Optimalkan Peran Pemuda

HUT RI Sarana Optimalkan Peran Pemuda

Bandung - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia menjadi sarana mengoptimalkan peran pemuda dengan meningkatkan potensi yang dimiliki agar misi pembangunan bisa tercapai, kata Ketua HMI Kota Bandung Achyar Al-Rasyid di Bandung, Kamis (13/8/2015).

"Pada Usia ke-70 idealnya setiap elemen bisa mengoptimalkan peran pemuda dalam segala hal namun harus diikuti kemampuan dan pemahaman yang relevan yang tentu salah satunya melalui pendidikan," kata Achyar Al Rasyid.

Dia mengatakan pemuda yang dimaksud harus bisa menyebarkan nilai Islam antara lain saling toleran dan berakhlak sesuai syariat serta menjadi mitra kritis dari pemerintah. Artinya pemerintah yang memiliki kebijakan dalam segala hal harus dikontrol oleh pemuda sebagai bentuk kesatuan.

"Sayangnya kondisi pemuda sebagian sudah terkikis secara moral atau kecintaanya dalam berbangsa dan bernegara," katanya.

Ia mencontohkan munculnya fenomena kurang pedulinya pada soal kebangsaan atau nasionalisme, pecandu narkoba dari usia anak-anak hingga dewasa dan menjadikan sekolah sebagai sarana untuk berpikir bagaimana hidup bukan bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kemampuan.

"Ketika lama pendidikan siswa minimal 7,5 tahun atau setara SMA mereka sudah mulai memikirkan bagaimana untuk makan dan memenuhi keinginan lainnya sementara yang sebenarnya dibutuhkan adalah pengetahuan dan kemampuan. Dalam menyikapi hal ini perlu pembenahan sistem pendidikan, yakni dengan mengutamakan ajaran moral dan intelektual," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan salah satunya dapat diwujudkan dengan saling kontrol secara vertikal dan horizontal, yakni antara pemuda dengan pemerintah dan antar pemuda.

Fokus pemuda saat ini kepada mengisi kemerdekaan dengan misi pembangunan, berbeda dengan pemuda di masa perjuangan yang fokus pada kemerdekan Indonesia.

"Memang sudah terlihat arah pemuda sekarang yang fokus pada pembangunan salah satunya muncul berbagai inovasi di bidang tekhnologi," katanya.

Modernisasi menjadi pengaruh signifikan dalam proses pembangunan dan perlu ada batasan agar tidak tereksploitasi oleh modernisasi.

"Batasan itu ada pada peran pemuda yang diarahkan ke pembangunan, mengenal baik Indonesia dan kampanye toleransi. Inilah yang belum begitu masif dilakukan oleh sebagian pemuda," katanya.

Dia mengatakan dalam memaknai 70 tahun Indonesia mengajak pemuda tetap berkarya, berpikir kritis bagaimana melakukan pembangunan untuk membangun jati diri bangsa. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,