28 Anak TKI Diusir Malaysia ke Nunukan

28 Anak TKI Diusir Malaysia ke Nunukan

Nunukan - Sebanyak 28 anak tenaga kerja Indonesia (TKI) turut diusir pemerintah Kerajaan Malaysia ke Indonesia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) karena orang tuanya tertangkap aparat kepolisian negara itu.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Kamis malam (13/8/2015) menyebutkan dari 28 anak yang diusir itu terdiri dari 17 laki-laki dan 11 anak perempuan.

Anak-anak ini diusir bersama orang tuanya, usianya rata-rata di bawah lima tahun turut menjalani kurungan di pusat tahanan sementara (PTS) Negeri Sabah, Malaysia sesuai hukuman yang diperoleh orang tuanya.

Rawe Rambe (38), TKI yang diusir bersama dua anaknya saat tiba di Kabupaten Nunukan malam itu mengakui, tertangkap bersama kedua anaknya saat sedang bekerja di salah satu kilang tripleks di Pertisi Keningau Negeri Sabah.

"Saya ditangkap sama anak-anak waktu sedang kerja di kilang plywood (tripleks) di Pertisi Keningau (Negeri Sabah). Kedua anak saya juga harus ikut dikurung, baru dipulangkan ke sini (Nunukan)," ujar perempuan asal Kabupaten Sinjai, Sulsel ini.

Atas pelanggaran tidak memiliki paspor bekerja di negara itu, dia mengaku mendekam dalam penjara selama sebulan tujuh hari, sehingga akan mengurus paspor terlebih dahulu sebelum kembali bekerja di Malaysia.

Rawe Rambe yang menghidupi kedua anaknya karena suaminya asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel, telah meninggal dunia itu telah 20 tahun bekerja di Malaysia tanpa pernah kembali ke kampung halamannya.

"Saya masih mau kembali ke Malaysia bekerja lagi. Tapi saya mau urus paspor dulu baru masuk (Malaysia) lagi," ujar dia. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,