Annas Maamun Kendalikan Partai dari Jeruji Besi

Annas Maamun Kendalikan Partai dari Jeruji Besi

Tersangka kasus dugaan suap alih fungsi hutan industri di Riau yang juga Gubernur Riau non aktif Annas Maamun

Pekanbaru  - Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Riau masih mengendalikan partai politik berlambang pohon beringin tersebut dari balik jeruji besi atau penjara.

"Sampai saat ini, Pak Annas masih menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Riau," kata Wakil Ketua Bidang Hukum DPD I Partai Golkar Riau Eva Nora di Pekanbaru, Rabu (29/10/2014).

Dia mengatakan, meski 25 September lalu Annas Maamun tertangkap dalam sebuah operasi tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta dengan dugaan suap, namun DPP Partai Golkar belum melepas jabatan pria berumur 74 tahun lebih itu.

Menurut dia, jika nanti Annas Maamun dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Riau, maka harus ada mekanisme yang harus dilalui para kader terutama dari DPC II kabupaten/kota di Riau.

"Sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga Partai Golkar, maka penggantian Pak Annas harus melalui suara-suara dari DPD II Golkar di Riau yang kemudian diusulkan ke DPP. Mekanismenya bisa melalui Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa)," ujar Eva yang juga menjadi pengacara tersangka Annas Maamun dalam kasus suap alih fungsi lahan.

Pelaksana tugas Gubernur Riau yang juga pengurus DPP Partai Golkar Arsyadjuliandi Rahman sebelumnya mengaku, pihaknya belum membicarakan masalah pergantian Annas Maamun dari posisi Ketua DPD I Partai Golkar Riau menyusul statusnya sebagai tahanan KPK.

"Kita belum bicarakan apa-apa mengenai Pak Annas di Golkar dan kami belum ada rencana tentang masalah pergantian," kata Arsyadjuliandi yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar tersebut.

Dia mengaku, memang terdapat berbagai pihak di internal partai lambang pohon beringin tersebut terutama yang berada di daerah, ingin cepat-cepat membicarakan masalah di tubuh DPD Partai Golkar Provinsi Riau termasuk pergantian posisi ketua maupun kursi wakil gubernur Riau.

Namun pihaknya mengimbau kepada semua kader partai terutama para pengurus yang berada tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di Riau untuk tidak bicarakan masalah pergantian karena masih mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

"Terus terang saja, saya sudah lapor sama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan minta sama beliau, agar jangan tanggapi siapa pun yang datang untuk membahas masalah Annas Maamun karena belum tepat waktunya," ucapnya. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:kpk,