Jadi Menko, Rizal Ramli Kritik Program Andalan Jokowi

Jadi Menko, Rizal Ramli Kritik Program Andalan Jokowi

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli mengaku akan melakukan evaluasi di beberapa kementerian yang berada di bawah koordinasi kementeriannya. Salah satunya, mengevaluasi program kerja Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Menurut Rizal, program yang akan dievaluasi dari Kementerian ESDM, yaitu soal program pembangkit listrik 35 ribu mega watt (MW). Program yang ditargetkan selesai tahun 2019 itu sulit tercapai. Meski program yang langsung dicanangkan Jokowi, masih meninggalkan tambahan sisa target pembangunan pembangkit listrik di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
"Terdapat  target 35 ribu MW, ditambah sisa target zaman Pak SBY 7 ribu MW. Sehingga totalnya mencapai 42 ribu MW. Itu sulit dicapai dalam lima tahun,"  kata Rizal, di gedung BPPT Jakarta, Kamis (13/8/2015).
 
Ia menjelaskan, berbekal permasalahan itu pihaknya akan meminta Menteri ESDM, Sudirman Said bersama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk melakukan evaluasi ulang program itu. Meski Jokowi menargetkan program itu rampung dalam waktu lima tahun. "Saya akan minta Menteri ESDM dan DEN untuk melakukan evaluasi ulang," katanya.
 
Meski nantinya evaluasi itu dianggap menghambat program Jokowi, dia pun tidak mempermasalahkannya karena program ini dinilainya terlalu muluk-muluk. "Jangan dikasih target terlalu tinggi, tapi dicapainya susah. Realistis saja," tegas Rizal.
 
Program kelistrikan 35 ribu MW itu sendiri dicanangkan Jokowi setelah dalam kunjungannya ke berbagai daerah, menemukan permasalahan yang selalu dikeluhkan perihal ketersediaan listrik atau pemadaman listrik yang terus terjadi. Dengan begitu, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 97 persen dari jumlah rumah tangga di Indonesia sampai akhir tahun 2019, dan 99 persen pada tahun 2020. 
 
Target ambisius itu, selain untuk menopang kehidupan masyarakat juga menjadi salah satu pendorong peningkatan kegiatan ekonomi nasional. Program megaproyek pembangkit listrik berkapasitas total 35.000 MW itu merupakan program andalan Jokowi dan Jusuf Kalla. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,