3.500 Kerangka Manusia Terkubur di Bawah Kota London

3.500 Kerangka Manusia Terkubur di Bawah Kota London

London - Sekelompok pekerja tercengang ketika mendapatkan ribuan tengkorak manusia, pada saat mereka memulai mengerjakan penggalian pembuatan  jalur kereta api bawah tanah London yang baru. Rencananya, kereta tersebut akan melintasi wilayah timur hingga barat Kota London.
 
Pada Maret 2015, para penggali menemukan 3.500 tulang-belulang di kawasan Bedlam, yang dipercaya dikubur dalam rentang tahun 1569 hingga 1738. Tengkorak itu diyakini berasal dari perang sipil, masa restorasi, pencinta Shakespeare, kebakaran London, hingga korban wabah pes.
 
Penggalian itu akhirnya diambil alih oleh para arkeolog dari Museum Arkeologi London atau MOLA. "Bagaimanapun, pekerjaan pembuatan terowongan bawah tanah ini menghasilkan temuan baru arkeologi yang luar biasa," kata Nick Elsden dari Museum Arkeologi London.
 
Dikutip dari laman resminya, MOLA, Kamis (13/8/2015) salah satunya kita jadi mengetahui bahwa hidup dan mati orang London di abad 16 dan 17. Hasil temuan sejarah ini akan diteliti di Museum Arkeologi London untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pola migrasi, pola makan dan demografi masyarakat setempat.
 
Lokasi pekuburan itu juga ditemukan jasad-jasad yang mungkin berasal dari kematian wabah sampar. 350 tahun lalu, yang banyak menyerang warga London atas wabah ini. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis itumerenggut nyawa sebanyak 100 ribu orang, atau setengah dari populasi London saat itu.
 
Berdasarkan catatan karbon kimia tulang, ada kesamaan usia penguburan dengan beberapa tulang yang ditemukan pada Maret 2015 lalu. Namun penemuan kali ini berbeda dengan penemuan sebelumnya. Jenazah tampak bertumpuk tak beraturan. "Mereka jelas dikuburkan secara massal, berbeda dengan kuburan yang kami temukan di pekuburan Bedlam. Tulang-tulang bertumpuk menjelaskan, ada sebuah bencana luar biasa," kata Kepala Tim Arkeolog Proyek Crossrail, Jay Carver.
 
Namun demikian, para ahli curiga akan ada kuburan massal lainnya. "Wabah sampar di London adalah wabah terakhir yang menyerang di Eropa. Kami ingin mengetahui kenapa? Dan kami yakin, akan ada kuburan massal lebih besar lagi yang bisa menjawab pertanyaan kami," tegas Carver. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,