Imbas Pidato Jokowi Picu IHSG Semakin Terhempas

Imbas Pidato Jokowi Picu IHSG Semakin Terhempas

Jakarta  -  Pidato Presiden Jokowi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 menjadi sentimen tambahan, terhadap melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali ke zona merah. 
 
"Pidato Presiden menjadi sentimen negatif tambahan, di samping sentimen negatif terbesar dari efek global," kata Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, Jumat (14/8/2015).
 
Reza menjelaskan, para pelaku pasar belum melihat realisasi dari berbagai program yang dicanangkan pemerintah Jokowi-JK, di tengah pelemahan ekonomi Indonesia saat ini. Saat ini pasar ingin melihat apa yang akan dikerjakan pemerintah dalam menghadapi ekonomi yang tengah melesu. "Sepanjang market tak melihat hal itu, pasar kurang yakin pada perbaikan ekonomi," tegasnya.
 
Ia menambahkan, semakin melemahnya IHSG kali ini sebagian besar adalah imbas dari pasar global yang kemarin kecenderungannya terus  melemah. Selain itu, ditambah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini masih terdepresiasi.
 
Sementara itu, Analis First Asia Capital, David N Sutyanto mengatakan, perkembangan pasar global yang bervariasi dan tren dolar AS yang menguat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini akan bergerak bervariasi. Sedangkan penguatan lanjutan rawan terkena aksi ambil untung di tengah masih tingginya kekhawatiran terhadap perekonomian Tiongkok.
 
"Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi dengan pergerakan nilai tukar rupiah. IHSG secara technical diperkirakan bergerak dengan support (batas bawah) di 4.570 dan resisten (batas atas) di 4.620," katanya.
 
Menurut David, tekanan jual di pasar saham kemarin rendah terimbas sentimen kawasan menyusul penguatan mata uang Yuan atas dolar Amerika Serikat (AS), yang berdampak positif di pasar saham kawasan Asia. Rendahnya tekanan jual yang diikuti aksi beli di pasar, merespon pernyataan bank sentral Tiongkok yang akan mengambil tindakan yang dibutuhkan apabila nilai Yuan bergerak di luar kewajaran.
 
"Pada sisi lain harga saham yang sudah banyak terkoreksi dan dipandang relatif mendukung terjadinya technical rebound (balik arah). IHSG berhasil rebound 2,3 persen di 4.584,250. Motor penguatan IHSG adalah sejumlah saham emiten BUMN yang berkapitalisasi besar," katanya.
 
Sedangkan nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin menguat terbatas di Rp 13.767. Pasar saat ini menaruh harapan besar dari langkah pemerintah di bawah Menko Perekonomian baru untuk menstabilkan pergerakan rupiah atas dolar AS. Pasar global masih mengkhawatirkan faktor Tiongkok dan pasar kembali mengantisipasi kenaikan tingkat bunga The Fed, setelah data penjualan ritel Juli di AS tumbuh kuat 0,6 persen secara bulanan. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait