Polda Bekuk Sindikat Penipu Penerimaan CPNS

Polda Bekuk Sindikat Penipu Penerimaan CPNS

Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengungkap kasus penipuan CPNS, dalam hal ini  Reskrimhum Polda Jabar berhasil mengamankan 8 orang tersangka penipuan terhadap ratusan pelamar yang berharap masuk CPNS tanpa jalur tes.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jabar Pudjo Sulistyo kepada wartawan, Sabtu siang (15/8/2015).

"Korban dimintai uang mulai dari Rp 35 - Rp 150 juta, yang membuat mereka tergiur, karena para pelaku ini berjanji mengeluarkan NIP, petikan SK , SK 80 dan penertiban surat CPNS," ungkapnya.

Awal kasus tersebut terungkap, ketika salah satu korban merasa jengah dengan janji-janji para pelaku yang tak kunjung terbukti. Akhirnya korbanpun melaporkan kasus penipuan ini kepada Polrestabes Bandung.

"Ketika dilakukan penggerebekan di Hotel Yehezkiel, para pelaku sedang mengumpulkan ratusan korban dari berbagai daerah. Seluruh dokumen yang dibawa pelaku diperiksa oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara), ternyata dokumen tersebut palsu," bebernya.

Setelah dilakukan pengembangan, terbukti ada  penyalahgunaan dokumen (penipuan) dan penipuan surat pengangkatan PNS yang sengaja dibuat oleh kedelapan pelaku berinisial As, Dk,Dn, Ds,Ms,Jm,Hh,dan Am.

"Setelah dilakukan pengembangan oleh Polrestabes dan Reskrimhum Polda Jabar, berhasil diamankan barang bukti yaitu Rp 9 miliar aset-aset milik para pelaku, seperti 6 rumah, 1 kos-kosan, 10 kendaraan roda empat, dan satu motor," paparnya.

Saat ditanya mengenai jumlah korban yang terdata oleh pihak kepolisian saat ini, Pudjo mengatakan, ada 1.003 korban. Sejauh ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Namun menurutnya, karena modus pelaku dilakukan juga di 25 provinsi diduga jumlah korban bertambah hingga 7.000 orang.

"Melihat banyaknya korban, pelaku diindikasi telah memiliki jaringan, hingga saat ini ada 6 saksi suda kita periksa," paparnya.

Selain itu dalam kasus penipuan CPNS ini diketahui 3 pelaku masih berstatus sebagai PNS di bagian staf pemda.

Kini, kedelapan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik jeruji besi Mapolda Jabar. Para pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun, serta pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,