Gerakan Santri Bersatu Ingatkan Pemerintah

Gerakan Santri Bersatu Ingatkan Pemerintah

Gerakan Santri Bersatu Ingatkan Pemerintah

Jakarta - Gerakan Nasional Santri Indonesia Bersatu (GNSIB) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai gerakan radikalisme Islam yang mengancam kerukunan umat beragama dan gerakan neoliberalisme yang muncul dari Barat. "Ancaman terbesar bangsa Indonesia saat ini bukan lagi gerakan separatisme, namun radikalisme dan neoliberalisme," kata Koordinator GNSIB Firman Abdul Hakim di Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Salah satu organisasi relawan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 itu mengingatkan bahwa kekuatan gerakan radikal Islam di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata karena terus merekrut anggota baru dan memiliki jaringan yang rapi dan luas, serta didukung dana yang kuat.

"Kerukunan hidup berbangsa dan bernegara terus diganggu oleh kelompok radikal yang melakukan intimidasi, tindak kekerasan, serta pembatasan hak asasi umat beragama lain," kata Firman. Menurut dia, pemerintah harus melakukan deteksi, pencegahan, dan penanganan gerakan radikalisme Islam secara komprehensif, bukan lagi menggunakan pendekatan kemanan konvensional yang terbukti tidak cukup efektik. "Pendekatan konvensional tidak mampu menghancurkan gagasan fundamentalisme sampai ke akar-akarnya, sehingga masih terus dapat bermetamorfosis," katanya. GNSIB menyarankan Presiden Joko Widodo untuk lebih aktif mengonsolidasikan segenap potensi bangsa dan negara untuk menangkal dan mengatasi ancaman radikalisme.

Menurut Firman ada tiga langkah yang bisa dilakukan Presiden Jokowi, yakni menyebarkan gagasan kebangsaan khususnya di kalangan pemuda Islam agar tidak disusupi ideologi fundamentalisme Islam, memprioritaskan pendekatan sosial kultural dibandingkan pendekatan militeristik, serta mengoptimalkan peran Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan gerakan radikal Islam. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,