Sapu Angin Speed III Karya ITS Diluncurkan

Sapu Angin Speed III Karya ITS Diluncurkan

Surabaya - Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Yoshiharu Kato dan Rektor ITS Surabaya Prof Joni Hermana, meluncurkan mobil "Sapu Angin Speed III" (SAS-III) karya mahasiswa Teknik Mesin ITS Surabaya di area parkir barat Lenmarc Mall Surabaya, Minggu (16/8/2015).

"Karya anak ITS ini menarik, semoga juara, dan semoga hubungan persahabatan Indonesia-Jepang akan semakin erat," kata diplomat itu tentang mobil ITS yang akan berlaga dalam 'Student Formula Japan 2015' di Ogasayama Sport Park. Shizuoka, Jepang pada 1-5 September 2015 itu.

Apresiasi juga dikemukakan Rektor ITS Prof Joni Hermana yang sempat mencoba naik ke mobil itu. "Saya mengapresiasi mahasiswa yang merancang, membuat, menguji, dan akhirnya mengikutkan mobil Sapu Angin Speed dalam lomba di Jepang," katanya.

Menurut dia, peran rektor, dosen pembimbing, dan para pemberi sponsor hanya sebatas memotivasi, sedangkan mobil "Sapu Angin Speed III" tidak akan pernah ada bila tidak ada kemauan dan kerja keras dari tim yang berjumlah 20 orang.

"Jadi, mahasiswa lebih patut diacungi jempol dengan karya ini, sedangkan kami tidak banyak berperan. Kalau juara, saya hanya terima piala, tapi kebanggaan itu milik mahasiswa," katanya, disambut aplaus mahasiswa yang menyaksikan peluncuran itu.

Apalagi, katanya, ITS selama ini dikenal masyarakat memiliki keunggulan dalam robotika dan otomotif yang banyak mempersembahkan piala dalam berbagai kejuaraan.

"Tanggal 17 Agustus 2015, mobil surya Widya Wahana IV yang akan mengikuti kompetisi di Australia juga diluncurkan di Kemristekdikti untuk mengawali ujicoba Jakarta-Bali. Sama dengan Widya Wahana, SAS juga luar biasa," katanya.

Dalam kesempatan itu, Rektor mengingatkan para anggota tim untuk melakukan kaderisasi terstruktur dengan berbagi ilmu dan pengalaman kepada adik-adik mahasiswa agar tim SAS memiliki regenerasi yang mapan untuk kejuaraan selanjutnya.

Pandangan senada juga disampaikan dosen pembimbing Ir Witantyo MSc. "SAS memang dirancang mahasiswa kami sejak Maret hingga Agustus dan sudah beberapa kali menjalani ujicoba. Mereka juga cari sponsor sendiri untuk bisa berangkat ke Jepang," katanya.

Apalagi, biaya yang diperlukan untuk semuanya mencapai Rp600 juta hingga Rp800 juta. "Itu karena pengiriman mobil SAS III pada 25 Agustus mendatang membutuhkan biaya Rp150 juta, bahkan biaya pengiriman bussiness plan SAS III ke Jepang itu Rp3 juta," katanya.

Sementara itu, M. Zain dari perwakilan sponsor menilai peran serta mahasiswa itu patut didukung, karena membawa nama baik Indonesia dan produk-produk asli Indonesia ke negara lain. "Produk kami sendiri 100 persen asli Indonesia," kata perwakilan industri ban mobil balap itu.

Secara terpisah, Manajer Umum Tim SAS III/2015 Rizaldy Hakim Ash-Shiddieqy menegaskan bahwa ITS sudah tiga kali mengikuti ajang mobil formula untuk pelajar berskala internasional di Jepang, bahkan tahun ini ada dua universitas dari Indonesia yakni ITS dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

"Dari pengalaman dua kali mengikuti kompetisi itu, insya-Allah, tim ITS bisa masuk '15 besar' dari 90-an tim yang berasal dari 8-9 negara, di antaranya Jepang, Tiongkok, Austria, Korea, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Malaysia," kata mahasiswa Teknik Mesin ITS (2009) itu. (AY)

.

Categories:Otomotif,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait