Cabut Izin Apotek Jual Obat Palsu

Cabut Izin Apotek Jual Obat Palsu

Medan - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta kepada Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk mencabut izin apotek yang terbukti menjual obat palsu karena sudah merugikan masyarakat.

"Apotek yang melakukan pelanggaran berat itu, tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara (Sumut), Abubakar Siddik di Medan, Minggu (16/8/2015).

Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan obat palsu sebanyak 19 item atau 1.423 obat dari lima sarana dan apotek di Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Nias dan Kota Gunung Sitoli senilai Rp67.161.000.

Jenis obat yang dipalsukan itu, beberapa di antaranya Ponstan, Diazepam, Serum Anti Tetanus Vitamin C dan Kolagen, obat batuk Erpha Methoir Dextro Methorpan dan lainnya.

Abubakar mengatakan, apotek penjual obat palsu itu, jelas telah melanggar peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan pemerintah dan juga dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, menurut dia, pasien yang mengonsumsi obat ilegal tersebut, bukan bertambah baik, melainkan dapat semakin memperparah penyakit yang dideritanya.

"Obat palsu tersebut harus secepatnya ditarik dari peredaran, dan tidak dibenarkan lagi diperjualbelikan kepada masyarakat," ujarnya.

Abubakar menyebutkan, jika obat palsu itu masih ada yang di pasaran, hal ini jelas akan mengganggu kesehatan warga, dan juga menimbulkan penyakit bagi yang menggunakannya.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat harus ekstra hati-hati bila ingin membeli obat di apotek, sehingga tidak tertipu dengan obat palsu.

"Masyarakat yang akan membeli obat, harus terlebih dahulu melihat produsen pembuatnya, kemudian apakah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan dan Badan POM atau tidak," kata Ketua YLKI Sumut. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,