Drama Bandung Lautan Api Hadir di Gasibu

Drama Bandung Lautan Api Hadir di Gasibu

Kelompok Sosio Drama Teatrikal Bandung Lautan Api 2015 memeriahkan HUT ke-70 RI dengan menampilkan drama kolosal peristiwa heroik itu di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (Dede Lukman)

Bandung-- Kelompok Sosio Drama Teatrikal Bandung Lautan Api 2015 meriahkan HUT ke-70 RI dengan menampilkan drama kolosal peristiwa heroik itu di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (17/8/2015)


Selain bertujuan memeriahkan HUT ke-70 RI juga diharapan warga Bandung dan Jabar bisa mengenang kembali apa yang telah diperjuangkan para pendahulu mulai dari perang memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan, kata koordinator Drama Kolosal Peristiwa Bandung Lautan Api Kapten Arh Agus Burhan.

Ia mengatakan bisa mengambil hikmah sebagai generasi penerus bangsa dalam meneruskan perjuangan sesuai dengan profesi dan bidang pekerjaan masing-masing.

"Drama tersebut menceritakan bagaiman perjuangan bangsa Indonesia khususnya warga Bandung selatan yang dikuasai sekelompok tentara pedudukan," katanya.

Ia mengatakan pada bulan Maret warga Bandung Selatan dikuasai oleh sekelompok tentara Jepang kemudian berhasil dipukul mundur oleh rakyat pejuang Bandung di wilayah Selatan. Datang kemudian sekutu yang terdiri dari Inggris, Belanda, Australia dan Kurka untuk menggempur pejuang yang telah menguasai Gedung PTT.

"Saat itu sekutu mendapatkan perlawanan sengit, keras dan hebat dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dibantu warga sipil lain untuk menggempur pasukan sekutu. Kemudian terjadilah Bandung Lautan Api," katanya

Aksi diikuti oleh hampir 200 personel yang terdiri dari anggota Kodam Siliwangi, komunitas sepeda, komunitas sepeda motor, komunitas jeep dan komunitas di bidang sejarah.

"Aksi drama diikuti anggota Organik Bintal Kodam Siliwangi, Komunitas Historia Van Bandung, Paguyuban Sepeda Baheula, Komunitas Brotherhood, Komunitas Sepeda motor kuno, rekan Batalion Kavaleri, empat tank Kodam Siliwangi. Komunitas Jeep eks mliter dan rekan Komunitas Pecinta Sejarah dalam binaan Bintal Siliwangi" katanya.

Kemudian mereka melanjutkan aksi dengan konvoi menuju Museum Mandala Wangsit sebagai tujuan akhir yang terdiri dari sembilan motor dari Komunitas Brother Hood, 30 jeep eks militer dan 300 sepeda ontel.

Selain itu ada sekitar 200 Vespa dari Vespa Antique Club (VAC) dengan formasi 17 vespa merah, 8 vespa putih dan 45 vespa berwana campuran, sisanya di formasi paling belakang.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,