Mundurnya Halep, Berkah bagi Belinda Bencic

Mundurnya Halep, Berkah bagi Belinda Bencic

Toronto - Petenis muda Swiss Belinda Bencic mencapai langkah luar biasa dengan menjuarai turnamen WTA Piala Rogers di Toronto, Senin (17/8/2015) WIB saat lawannya yang unggulan kedua Simona Halep mundur dari pertandingan final setelah kehilangan tiga gim dalam set ketiga.

Bencic memerlukan waktu dua jam dan 30 menit di lapangan utama yang panas untuk mengalahkan Halep 7-6(5) 6-7(4) 3-0 dan merebut gelar terbesar selama karirnya.

Penampilan pertama petenis 18 tahun itu di Piala Rogers merupakan salah satu yang bisa dikenang saat perjalanan Bencic merebut gelar itu juga dengan membuat kejutan di semifinal, menumbangkan petenis nomor satu dunia Williams, dan juga dua mantan petenis peringkat satu dunia yaitu unggulan keempat Caroline Wozniacki dan unggulan kelima Ana Ivanovic.

"Saya minta maaf harus berakhir seperti ini. Saya sungguh turut merasa sedih bagi Simona, saya berharap dia akan baik-baik saja untuk turnamen berikutnya," kata Bencic, petenis putri Swiss pertama yang mencapai final Piala Rogers sejak mentornya, Martina Hingis, pada 2006.

Ini merupakan gelar kedua Bencic dalam dua bulan, menyusul terobosan kemenangannya pada turnamen Aegon International di lapangan rumput di Inggris pada Juni lalu. Dia tiba di Toronto dengan menempati peringkat 20 dunia.

Halep memperlihatkan upayanya yang keras tapi petenis asal Rumania itu terlihat dalam kesulitan sejak awal pertandingan saat dia bermasalah dengan udara panas dan rasa sakit pada paha kirinya, yang membutuhkan perawatan selama pertandingan itu, termasuk meminta waktu untuk pemeriksaan medis saat tim medis memeriksa tekanan darahnya.

"Pada set pertama saya merasa agak sakit otot dan kemudian itu berlanjut pada lutut dan pada set kedua, saya merasa buruk, seperti kejang perut dan pusing, dan hal-hal seperti itu," kata Halep. "Saya berpikir akan memerlukan keajaiban untuk menyelesaikan pertandingan." "Saya sudah mencoba untuk menyelesaikan pertandingan, tapi saat kedudukan 0-3 saya katakan sudah tidak masuk akal lagi untuk melanjutkan, dan saya berhenti." (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:,