Bentrokan di Mali, 20 Gerilyawan Tewas

Bentrokan di Mali, 20 Gerilyawan Tewas

Bentrokan di Mali, 20 Gerilyawan Tewas

Paris - Prancis mengatakan seorang tentaranya dan sekitar 20 gerilaywan Islam tewas dalam bentrokan sengit di Mali utara dekat perbatasan Aljazair Rabu pagi (29/10/2014).

Kantor Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengatakan dalam satu pernyataan bahwa pasukan Prancis telah bertempur dengan kelompok garis keras sekitar 30 pejuang di lembah Tigharghar, bagian dari pegunungan wilayah Adrar des Ifoghas.

"Pertempuran sengit itu terutama terjadi. Tentara kami terluka parah dan dua dari rekannya terluka." Kantor Presiden Francois Hollande dan Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengkonfirmasi kematian Thomas Dupuy, seorang sersan dari komando unit penerjun payung angkatan udara.

Kematiannya meningkatkan menjadi 10 jumlah tentara Prancis yang tewas sejak negara itu campur tangan militer di Mali pada Januari 2013 untuk membantu mengusir gerilyawan Islam yang telah merebut kekuasaan di wilayah utara bekas negara jajahannya itu.

Sekitar 20 gerilyawan "bersenjata berat" tewas dalam operasi termasuk helikopter tempur, menurut pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat, dan menambahkan bahwa operasi yang sedang berlangsung.

Satu sumber kementerian pertahanan mengatakan pasukan Prancis telah meluncurkan operasi pada akhir pekan melawan puluhan gerilyawan yang telah kembali ke wilayah itu setelah diusir tahun lalu.

Berpidato di sidang parlemen pada hari sebelumnya, Le Drian mengatakan gerilyawan mungkin terkait dengan Al Qaida Sayap Afrika Utara, AQIM, telah berkembang di sebagian besar wilayah tanpa hukum dan jarang penduduknya di gurun.

Intervensi Prancis di Mali dirancang untuk merebut kembali kendali kota-kota bagian utara yang telah dikuasai oleh separatis dan pemberontak yang terkait dengan Al Qaida pada tahun 2012 setelah kudeta di ibu kota Bamako.

Mereka telah berkembang menjadi misi kontra-terorisme dengan 3.000-kekuatan personil yang membentang dari Mauritania ke selatan Libya.

Le Drian Senin mengkritik penyebaran lambat penjaga perdamaian PBB di wilayah Mali utara yang tak stabil, dan katanya akan mengirim lebih banyak pasukan ke daerah sementara PBB membangun kehadirannya di sana. (AY)

.

Categories:Internasional,