Polres Cianjur Berlakukan Rekayasa di Jalur Puncak

Polres Cianjur Berlakukan Rekayasa di Jalur Puncak

Cianjur - Meningkatnya volume kendaraan dari kawasan Puncak-Cianjur, menuju Bogor, Senin (17/8/2015) membuat Polres Cianjur memberlakukan sejumlah rekayasa dan sistem satu arah guna menghindari kemacetan total di jalur tersebut.

Hingga malam menjelang sistem satu arah menuju Bogor, telah dilakukan sebanyak dua kali, pertamakali saat menjelang siang dan kedua kali menjelang malam. Upaya tersebut dilakukan setelah sejumlah rekayasa yang dilakukan tidak membuahkan hasil mengurai antrean kendaraan yang didominasi pendatang yang menghabiskan libur panjang.

"Sampai sore ini kami telah melakukan sistem satu arah sebanyak dua kali, di mana kendaraan dari arah Puncak menuju Bogor, diperbolehkan mengunakan kedua jalur dan jalur dari Gadog-Ciawi ditutup," kata seorang petugas Lantas Polres Cianjur, di Jalur Puncak, Senin malam.

Dia menuturkan, meningkatnya volume kendaraan dari arah Bogor terjadi sejak dua hari terakhir, di mana kendaraan didominasi kendaraan pribadi bernopol Jabodetabek. "Untuk hari ini, volume kendaraan pendatang yang hendak kembali mengular ke arah Bogor dan sempat terlihat antrean hingga belasan kilometer," katanya.

Mendapati hal tersebut, tutur dia, Polres Cianjur berkordinasi dengan Polres Bogor untuk melakukan sistem satu arah menuju Bogor, menjelang siang hari. Namun selang satu jam hal tersebut dilakukan, antrean kendaraan kembali terlihat dengan antrean kendaraan tidak bergerak selama beberapa menit.

"Menjelang malam antrean tersebut terus memanjang dan Pukul 17.00 WIB, kami kembali melakukan sistem yang sama menuju Bogor. Ini merupakan upaya terakhir agar antrean tidak terus memanjang dan terjadi macet total di Jalur Puncak-Cianjur," katanya.

Sementara itu, beberapa orang pengendara mengaku terjebak hingga empat jam di Jalur Puncak-Cisarua, di mana laju kendaraan terhenti selama beberapa menit dan kembali berjalan dengan jarak hanya beberapa meter.

"Saya dari Jakarta mau pulang ke Cianjur, di wilayah Puncak tidak terlalu macet, namun kami terjebak di wilayah Cisarua-Bogor, hampir empat jam. Kendaraan bergerak hanya beberapa meter dan berhenti selama 10 menit, padahal tidak ada kejadian apa-apa, hanya kendaraan banyak yang keluar-masuk tempat wisata yang menyebabkan kemacetan," kata Rafli (34) warga Kecamatan Cugenang. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,