Kopilot Cantik Trigana Air Ungkap Ganasnya Rute Oksibil

Kopilot Cantik Trigana Air Ungkap Ganasnya Rute Oksibil

Elesta Apriana, kopilot Trigana Air. (instagram)

Jakarta - Pesawat Trigana Air Services ATR 42 yang jatuh kawasan Oksibil diketahui dikendalikan oleh Kapten Hasanudin. Di mata rekan-rekannya, Hasanudin merupakan sosok pilot yang tegas dan taat ke semua aturan penerbangan. Seperti dituturkan Elesta Apriana, kopilot Trigana Air misalnya, yang mengisahkan pengalamannya selama bekerja bersama Hasanudin.
 
Dara cantik berumur 22 tahun itu memandang Hasanudin sebagai sosok pilot yang kenyang akan pengalaman dan perhatian terhadap awak kru yang tengah bekerja dengannya. "Beliau sangat perhatian dengan kru-krunya. Mau terbang, selalu mengondisikan bagaimana sudah makan atau belum," aku Elesta.

Memang, Hasanudin sudah cukup senior sebagai pilot. Oleh karena itu, Elesta pun menyakini betul kalau Hasanudin tidak akan bertindak gegabah saat menerbangkan burung besi. "Urusan terbang, beliu sangat tegas. Beliau sudah menjadi pilot selama 15 tahun," kata perempuan yang sudah empat tahun bekerja di Trigana Air ini.
 
Ngomong-ngomong soal rute yang seringkali dilaluinya seperti di wilayah papua, Elesta pun memang mengakui cukup menyeramkan. "Oksibil itu seperti yang aku pernah cerita, di mana aku pernah head to head sama pesawat lainnya. Di sana itu medannya berbukit-bukit," kata.

Ia pun menceritakan, pada pekan lalu saat dirinya bertugas di sana dengan rute yang sama, cuaca Oksibil sangat cerah. Tidak sedikit pun ada tanda-tanda cuaca buruk. "Sangat cerah. Kira-kira minggu lalu aku tugas di sana. Dan saat-saat begini tuh Oksibil lagi cerah banget. Agak sedikit panas malah," katanya. 

Bagi Elesta, Oksibil dikenal sebagai salah satu landasan yang cukup tinggi. Bahkan ketinggiannya mencapai ribuan kaki di atas permukaan laut.  "Runway-nya pun ada di ketinggian 4 ribu kaki dari permukaan laut. Oksibil-Jayapura itu bisa ditempuh 45 atau 47 menitan. Bisa main di ketinggian 13.500 meter atau 15.500 kaki saat berangkat, dan saat baliknya itu 14.500 kaki," kata Elesta. 

Namun, medan yang berat itu sudah diantisipasi para pilot dengan menguasai rute dan teknik terbang tertentu, dan maskapai Trigana Air pun sudah mengaturnya. "Trigana sudah punya chart untuk terbang ke dan dari sana. Sudah ada panduannya harus kecepatan berapa pada ketinggian berapa, ada aturannya kalau mau masuk ke sana," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,