Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi

Kepolisian berhasil meringkus penbuat dan pengedar uang palsu, Mapolrestabes Jalan Jawa Bandung Selasa (18/8/2015). ---Foto OCTA

Bandung - Kepolisian Resort Kota Besar Bandung, melalui unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Sukasari Kota Bandung melalui Kanit Reskrim Polsek Sukasari   AKP Ach Gunawan, berhasil meringkus tiga pelaku pengedar dan pembuat uang palsu berinisial Y, A dan E.

Hal tersebut diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombespol Angesta Roano Yoyol kepada wartawan di Mapolrestabes, Jalan Jawa Kota Bandung Selasa (18/8/2015).

Dirinya mengatakan, awal mula pengungkapan kasus tersebut yaitu ketika seorang pelaku datang ke sebuah tempat hiburan yaitu karaokean lalu melakukan pembayaran dengan menggunakan uang palsu tersebut.

"Pihak karaoke merasa aneh dengan uang yang telah dibayarkan oleh tersangka  dengan menggunakan 9 lembar pecahan Rp 100.000 dan langsung melaporkan hal ini ke Polsek Sukasari pada tanggal 27 juli 2015 ," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, setelah dilakukan pengechekan melalui CCTV pada tanggal  10 Agustus 2015  ternyata ada salah satu rekan korban yang tengah asik karaokean di salah satu ruangan tempat hiburan tersebut.

"Salah satu rekan pelaku yang bernama E Alias C di kenali oleh karyawan Nav Karaoke sedang berkaraoke, setelah di cocokan dengan rekaman cctv ternyata orang tersebut adalah rekan dari pelaku, kemudian unit reskrim polsek sukasari mengamankan rekan pelaku tersebut. setelah du lakukan pengembangan. akhirnya dapat di amankan pelaku pembuat yaitu Y," bebernya.

Menurut Yoyol, sekilas uang palsu ini terlihat sama seperti mata uang rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, uang palsu tersebut menurut pelaku ada Rp 80 juta.

"70 % terlihat asli, uang palsu yang dibuat ada Rp80 juta, itu menurut keterangan pelaku namun dari hasil interogasi pelaku lain menyatakan lebih dari angka itu," paparnya.

Selanjutnya Yoyol menerangkan, sistem yang digunakan oleh para pelaku ini satu banding dua, jadi seratus asli dua ratus palsu.

Produksi uang palsu ini, masih menurut Yoyol sudah 3 bulan adapun penyebarannya di pasar - pasar tradisional.

"Jadi mereka berbelanja di pasar tradisional, sebagai penyebaran uang palsu ini. Tahapan pembuatan nya melalui print biasa, lalu sesudah berbentuk uang baru di sablon lambang - lambang tertentunya seperti gambar gedung DPR, Bank Indonesia, pahlawan," tukasnya.

Dalam hal ini pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa Uang palsu pecahan 100.000 sejumlah 60 lembar ( Rp.6.000.000.) yg disita dari Y sebagai pembuat, Uang asli pecahan 100.000. Sejumlah Rp. 900.000. Disita dari tersangka Y hasil penjualan dari tersangka E ( 1 banding 2.), Uang palsu pecahan 100.000 sejumlah 6 lembar disita dari tersangka E (sisa penjualan), 1 lembar uang asli Rp. 100.000 hasil fee penjualan 10% dari pembelian yg disita dari tersangka E, 2 unit printer merk epson, 3 alat papan sablon terdiri dari 2 papan sablon nomor seri dan 1 papan sablon gambar gedung. DPR, 1 kaleng tinta warna merah merk TT, 2 botol tinta merk saiko ing, 2 lembar kertas film gambar WR. 
Supratman, 1 lembar plastik gambar WR. Supratman, 1 lembar kertas film gambar gedung. DPR, 2 lembar plastik film gambar gedung. DPR, 3 lembar kertas film gambar peta indonesia, 1 lembar plastik film gambar logo BI, 30 lembar amplop besar untuk tempat penjualan uang upal, 1 lem kertas khusus untuk upal, 2 keping CD master file gambar logo gedung dan gambar WR. Supratman, 1 buah Hp merk samsung dan 2 buah hp merk Nokia, 

Ranmor R2 merk Yamaha jupiter no.pol D 5489 KD warna putih yg digunakan pelaku, 1 buah Mistar, 1 buah kater, 1 buah lampu ultraviolet untuk pengecek upal, 2500 Lembar Kertas Duslak Bahan Kertas Upal.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Sukasari sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Atas perbuatannya para pelaku diganjar Pasal 244 Jo 245 KUHP mengenai pencetakan uang palsu dan padal 36 UU No7 tahun 2011 tentang mata uang.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,