Tiga Desainer Bandung Lakukan Photoshoot ke Eropa Timur

Tiga Desainer Bandung Lakukan Photoshoot ke Eropa Timur

Tiga desainer Meeta Fauzan, Detch,dan Gadiza akan melakukan trip di 3 Negara di Eropa Timur (foto Wa Ode)

Bandung- Tiga desainer busana Muslim asal Bandung, terdiri atas Meeta Fauzan, Deceu Suzan Rantika, dan Rosie Rahmadi akan melakukan perjalanan East Europe Photoshoot di 3 negara Eropa Timur seperti Austria (Vienna, Salsburg), Hongaria (Budapest), dan Chekoslovakia (Praha) untuk menikmati keindahan alam dan mempelajari budaya di 3 negara tersebut untuk memperluas dan memperkaya wawasan serta memboyong busana-busana mutakhir mereka untuk dipromosikan.
 
"Dalam perjalanan ini kami akan melakukan photoshoot, ini bukan berarti Indonesia tidak bagus lokasi alamnya, tetapi untuk membandingkan bahwa negara lain sebagai alternatif, karena itu perjalanan ini kami masing-masing desainer akan memboyonf beberapa busana untuk melakukan pemotrstan di negara-negara ini," ujar Meeta Fauzan diacara jumpa pers East Europe Photoshoot di Hotel Hemangini Jl Setiabudi 66 Bandung, Selasa (18/8/2015). 
 
Diacara perjalanan ini setiap desainer akan mengangkat karya busana yang memadukan kain lokal Indonesia dalam desain terbaru. " Hasil foto di sana akan digunakan untuk kepentingan promosi dari setiap brand busana tersebut sehingga diperoleh materi yang berkualitas dunia untuk meningkatkan dan memataskan setiap brand yang ditonjolkan," ungkap Meeta. 
 
Karya Meeta yang akan diboyong ke trip ini akan menonjolkan kombinasi batik Pakalongan dengan garis rancangan ready to wear yang tetap simple tetapi bisa tampil cantik dan tetap mempertahankan busana yang tetap menutup aurat. 
 
Sementara karya Rosie Rahadi yang mengibarkan bendera bertema La Gasel diambil dari kekayaan Garut Selatan. "Koleksi ini terinspirasi dari kombinasi warna suasana di Pantai Santolo Garut, yang menawarkan keindahan pasir putihnya yang halus dan air lautnya yang biru, langit cerah serta gulungan ombak putih. "Inspirasi inilah yang membuat gaun muslimah dengan gaya feminin dengan kombinasi warna pantai yang diangkat dari bartik Garutan (kain tradisional Garut) serta kain satin, organza dan aplikasi lainnya," ujar Rosie yang membangun brand Gadiza ini. 
 
Ditambahkannya bahwa desainnya tidak akan berat tetapi justru membidik model minimalis dan ringan dilengkapi dengan gaya kerudung yang sederhana. "Outfit ini merefleksikan gaya yang sangat persoanal dari seorang muslimah yang tetap ingin tampil lebih simpel pada acara-acara khusus. desain inilah yang coba kita sesuaikan dengan alam luar negeri sehingga memiliki nilai tambah berbeda. Gadiza memiliki keyakinan bahwa dengan khas natural dan kesederhanaan adalah sebuah kemewahan yang harus dipertahankan," kata Rosie menambahkan. 
 
Deceu Suzan Rantika pun kurang lebih sama, namun detail yang ditampilkan, perempuan yang mengibarkan brand "Detch Fashion" ini menonjolkan detail sulam tangan dengan material benang halus serta ditimpa oleh payet-payet dan batu-batu kristal sebagai pemanis. Detch lebih banyak bermain di atas bahan sutra polos agar tetap terlihat mewah dengan bahan-bahan melayang dengan gerak yang cukup leluasa sehingga terkesan anggun.
 
"Untuk menukung pemotretan nanti, kami juga akan memboyong seorang model bernama Hasya N Putri, dan seorang fotografer Azka Yasfa untuk memudahkan selama trip ini berlangsung, yang pasti kami akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hasil yang baik pula," tandas Meeta. 
 
Perjalanan yang didukung oleh Hasanah Card BNI syariah bekerjasama dengan Sahara Tour dan Aamira sebagai organizer ini, baru akan meninggalkan Indonesia pada tanggal 4 -14 September 2015 untuk tiga negara. " Kami akan melakukan perjalanan 2 malam di Austria, 3 hari di Hongaria, dan 4 hari di Praha. Kita berharap perjalanan ini akan menghasilkan berbagai pengalaman yang indah, selain tetap mempromosikan busana-busana Muslim di sana," ujar Yandi Yanuardi selaku tour leader dari Sahara Tour. (Ode)**                
.

Categories:Fesyen,
Tags:,