Realisasi Investasi di Jabar Tertinggi di Indonesia

Realisasi Investasi di Jabar Tertinggi di Indonesia

Bandung - Hingga semester pertama atau Juni 2015 realisasi investasi di Jawa Barat tertinggi di Indonesia, kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar Dadang M Masoem di Bandung, Rabu (19/8/2015).

"Realisasi investasi di Jabar pada semester I atau Juni 2015 mencapai Rp71,4 triliun, atau tertinggi pula dalam nilai realisasi selama ini di provinsi tersebut," kata Dadang Masoem.

Angka itu, menurut Dadang membuat Jabar optimistis target realisasi investasi di Jabar tahun 2015 senilai Rp95,81 triliun bisa terealisasi. Ia menyebutkan investasi terbesar masih pada sektor infrastruktur seperti jalan tol.

Menurut Dadang, dari investasi itu mengerap sebanyak 199.561 tenaga kerja yang tersebar di 18.721 proyek pembangunan baik infrastruktur, manufactor maupun sektor lainnya.

"Terbesar masih di infrastruktur, sisanya manufactor, jasa dan pertanian serta perkebunan," katanya.

Sedangkan peta penyebaran informasi menurut dia masih tetap terbesar berturut-turut Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang. Pengembangan dilakukan ke timur Jabar seperti Majalengka dan Cirebon.

Selama periode Januari-Juni nilai investasi di Jabar masih lebih banyak dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp45,55 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp25,8 triliun.

Sektor infrastruktur paling strategis yang sangat menunjang bagi investasi seperti jalan tol Cisumdawu, Cileunyi-Tasikmalaya, BIJB, dan lain-lain.

"Pertumbuhan itu menunjukkan minat investasi di Jabar masih tinggi, dan itu kemungkinan meningkat seiring perbaikan perekonomian dunia. Meski ada pelambatan namun investasi di Jabar masih menunjukkan trend positif, bahkan menjadi terbesar pada pertengahan 2015," kata Dadang.

Ia menyebutkan iklim investasi di Jabar tidak terlalu terganggu permasalahan kondisi makro ekonomi yang menyebabkan lesunya laju pertumbuhan ekonomi.

"Yang terpengaruh adalah pelaku usaha yang kebutuhan bahan baku impornya banyak, baru terpengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Perizinan BPMPT Jabar Ahmad Husein menyebutkan rencana pembangunan tol Cileunyi - Tasikmalaya telah digulirkan dan penawaran kepada investor telah dilakukan antara lain ke Tiongkok dan Korea.

"Proyek pembangunan tol Cileunyi-Tasikmalaya membutuhkan dana angat besar. Kebutuhan dana investasi untuk merealisasikan tol itu bisa mencapai triliunan rupiah," kata Ahmad Husein menambahkan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,