Wanadri Tambah Personel dan Intensitas Siaga SAR

Wanadri Tambah Personel dan Intensitas Siaga SAR

-foto: wanadri.or.id

Bandung - Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri menambah personel dan intensitas Siaga SAR menyusul tingginya aktivitas pendakian pada Bulan Agustus terkait HUT ke-70 Kemerdekaan RI.

"Wanadri tidak ada ekspedisi atau kegiatan khusus pada Agustus, namun kami meningkatkan intensitas siaga SAR karena aktivitas pendakian meningkat pada Bulan Agustus ini," kata Ketua Bidang IV Pusat Informasi Data dan Eksternal Wanadri Guntur Surya Kusumah di Markas Wanadri di Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu (19/8/2015).

Menurut dia, Siaga SAR Wanadri bertugas 24 jam secara bergantian melalukan monitoring dan perkembangan pendakian maupun kejadian kedaruratan, kecelakaan bahkan bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia.

Sesuai dengan bidangnya, kata Guntur pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas pendakian dengan meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan jaringan organisasi, institusi terkait dan juga dengan komunita pecinta alam.

"Agustus ini banyak yang naik gunung, dan hampir setiap hari kami mendapat laporan terkait aktivitas pendakian mereka. Termasuk laporan orang hilang," katanya.

Pemantauan Siaga SAR Wanadri dilakukan oleh anggota di posko utama melalui jaringan radio telekomunikasi, internet, jejaring sosial, laporan masyarakat serta saluran lainnya yang dilakukan secara terpadu.

"Setiap laporan kita himpun, analisa kemudian menjadi bahan untuk melakukan tindakan dan langkah selanjutnya. Siaga SAR langsung mengontak anggota terdekat di lokasi kejadian atau berkoordinasi dengan institusi berwenang," kata aktivis Wanadri asal Banten itu.

Menurut dia aktivitas Siaga SAR itu tak hanya dilakukan pada Agustus, namun juga hari-hari biasa. Namun untuk Agustus, kata dia ada prioritas karena banyaknya aktivitas pendakian tak hanya oleh para pendaki atau pencita alam, namun juga masyarakat.

Selain itu pihaknya juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait aktivitas di alam, salah satunya bagi aktivitas pendakian yang harus dilakukan dengan mengikuti prosedur, aturan dan rambu-rambu yang ada di lokasi pendakian.

Dalam pendakian kata dia harus meminimalisasi risiko di lapangan, jaga kondisi badan, perlengkapan yang memadai serta etika ketika mendaki.

"Saat ini kecenderungan mendaki atau menempuh rimba sedang marak di masyarakat dan itu harus dilakukan minimal dengan pengetahuannya, juga survival. Pendakian harus melibatkan pendampingan dan pertimbangan akomodasi logistik menjadi pertimbangan penting," katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini Wanadri tengah mematangkan anggota baru yang kemudian dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan organisasi itu.

"Anggota baru terus ditempa dan mereka disiapkan untuk beberapa kegiatan yang akan digelar mulai tahun depan," kata Guntur Surya Kusumah menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,