GaSS 2 Bangun Kebersamaan Artis untuk Seniman Sunda Sukses!

GaSS 2 Bangun Kebersamaan Artis untuk Seniman Sunda Sukses!

Bandung- Tepat pukul 20.45 WIB, panggung "Kampung GaSS 2 Coklat Kita Gasspol" yang berada di dalam ruangan Sabuga Jln Tamansari Bandung, langsung bergema dengan tetabuhan rampak kendang yang dipadukan instrumen yang dibangun Dian HP Band. 
 
Di layar yang cukup besar, foto-foto  abituari para seniman yang sudah mendahului kita seperti Aom Kusman, Didi Petet, Mang Koko, Kang Ibing, Tati Saleh, Asep Sunandar Sunarya, Nike Ardila, Gito Rollies, Harry Roesli, Darso, Elfa Secioria,  dan sejumlah wajah para seniman yang sudah berpulang, bergantian ditayangkan foto-fotonya. 
 
Sementara instrumen musik "Manuk Dadali" karya Mang Koko? yang dibangun Dian HP Band menguasai khasanah pendengaran sehingga malam kebersamaan dari artis untuk seniman Sunda sungguh mampu menyita perhatian kita. Penggambaran yang dibangun menandaskan bahwa regenarasi terus bergulir dengan semangat kebersamaan melalui Kampung GaSS (Gabungan Artis Seniman Sunda) yang digagas para artis asal Sunda yang sudah berdomisili di Jakarta seperti Armand Maulana dan Melly Goeslaw ini sudah lima tahun perjalanannya. 
 
Panggung kemudian gelap lalu menyorot sosok Umi Pipik (Pipik Dian Irawati)  yang berdiri anggun dan lantang monolog dengan membacakan seuntai puisi yang menggambarkan kehadiran seorang diva yang pernah dielu-elukan lalu terlupakan karena pergantian generasi. Begitu sosok istru ustadz Udje usai bermonolog, panggung berganti dengan hiburan musik. 
 
 
Adalah artis asal Sumedang Rossa membuka panggung dengan tembang milik Bimbo, "Tuhan" dan Hedi Yunus yang mengenakan jas batik hasil rancangannya sendiri dengan tembang "Kekasih Sejati", tepuk tangan mulai berhamburan begitu dua sosok Rossa dan Hedi tampil. 
 
Kian membahana begitu artis asal sukabumi yang kini berdomisili di Bogor, Syahrini langsung mengambil alis panggung. Teriakannnya dari backstage sudah mampu merampas perhatian panggung. Perempuan yang tengah naik daun apapun yang diucapkan dan dilakukannya selalu mampu mempengaruhi masyarakat ini langsung menyita perhatian. Tembang "Seperti Itu" yang dibangun dengan gaya kenes centil benar-benar memncing penonton untuk tertawa dan terhibur. 
 
Dua pembawa acara tampil menemani Syahrini, Rina Nose dan rekannya, panggung berhasil menawarkan lelang lagu milik syahrini "Sesuatu" yang diciptakan Charly Van Houten dibuka dengan harga Rp 1 juta rupiah dari penonton yang berada di barisan vestival. Lalu lelang lagu pun mengalir deras hingga menyodok sasaran empuk Gubernur Jabar Ahmad Heryawan  dan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Pelelangan lagu milik syahrini benar-benar ampuh, dengan ditutup pada angka Rp 100 juta. 
 
 
Panggung dikuasai Syahrini meski sempat mengeluh karena penonton Bandung, kata dia pelit bersuara. "Suara penonton Bandung mah pelit," gerr. "Tetapi orang Bandung mah loyal, ayo jangan malu-maluin Jawa Barat, ini semua pengisi acaranya tidak di bayar, gratis ini demi donasi, ada kencleng, bayar, ambil," seloroh Syahrini. Lagu "Sesutu" pun berkumandang dengan bungkusan aransemen apik dari Dian HP Band yang ditingkahi kendang khas Sunda bergema dengan harga total lelang Rp 100 juta.
 
Barulah mengalir satu-satu artis asal Jabar seperti Cakra Khan dengan tembang "Bintang Kehidupan" milik Nike Ardila dan lagu miliknya "Harus Terpisah" yang berhasil menghantarkannya ke pentas musik Indonesia. Sesudah Cakra, tampil Uthe alis Ruth Sahanaya dengan "Seandainya Kita Selalu Satu" dan "Astaga". Ada juga rocker Nicky Astria yang tampil dengan busana Muslimahnya mengusung "Misteri Cinta" serta "Uang". 
 
Armand Maulana pun hadir tak mau kalah dengan Syahrini, suami Dewi Gita ini melelang tembang yang pernah dinyanyikan Gito Rollies, "Kau Yang Kusayang". Malam itu Armand berhasil melelang lagunya dengan harga Rp 50 juta. Dia pun menyanyikan lagu itu dengan menyapu bersih penguasaan panggung yang cukup lebar.
 
 
Penyanyi Vina Panduwinata muncul dengan busana merah empat lagu yang dibangun secara medley seperti "September Ceriah", "Mawar Merah" ,"Logika", dan "Burung Camar".
Dua cincin milik Gubernur Jabar yang akrab disapa Aher ini dengan menawarkan cincin batu Zamrud serta cincin milik Emil Walikota Bandung dengan batu cincin Bacan kembali dilelang harganya fantastik. Malam itu dua cincin mampu melahirkan dana Rp 50 juta.  
 
Pentas bertanya-tanya mengapa kemudian ada Titi DJ di panggung GaSS? Ternyata perempuan bersuara emas itu terang-terangan mengatakan bahwa dia pernah menjadi bagian dari Jawa Barat khususnya Sunda ketika pernah menikahi putra Bandung. Yang dimaksud diva musik pop Indonesia ini adalah pernikahannya yang singkat dengan  gitaris /rif. 
 
Malam itu Titi DJ mengatakan sebenarnya dia selalu minder tampil di panggung Bandung, karena artis asal BAndung banyak yang hebat. "Lihat saja yang sudah tampil barusan," selorohnya. Semalam Titi lalu mengumandangkan lagu "Jangan Berhenti Mencintaiku" dan sebelumnya melantunkan lagu milik Diana Nasution yang dinyanyikannya dalam album miliknya "Jangan Biarkan". Sempat kehadiran penyanyi bersuara khas Tulus yang menyanyikan dua tembang apik milik Doel Sumbang "Kalau Bulan Bisa Ngomong". Pada lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya" bersama Titi juga menyanyikan lagu "Jangan Berhenti Mencintaiku" dalam satu musik, kolaborasi masing-masing tembang ini sungguh menyita perhatian. 
 
 
Rehat panggung kembali hadir dengan lelang gitar milik Raja Dangdut Rhoma Irama warna putih. Lelang gitar itu langsung digotong oleh Armand Maulana ke atas panggung. Malam itu mungkin karena tak ada Rhoma Irama yang berhalangan hadir sehingga gitar hanya ditutup pada harga Rp30 juta. Masih soal lelang, kali ini lelang Jaipong yang akan ditarikan oleh Dewi Gita dan Camelia Malik, dua sosok penari ini mampu mengumpulkan donasi sebenar Rp 70 juta. Panggung kemudian diisi oleh Titi DJ mengapungkan lagu "Bahasa Kalbu" dalam irama beat Sunda yang rancak. 
 
Panggung pun ditutup penampilan Elfas Singer dengan menghadirkan 4 sosok penyanyi yang masih setia hingga hari ini, Agus Wisman, Lita Zein, Yana Julio dan Uci Nurul mengusung lagu "Selamat Datang Cinta", Ayun Langkahmu" dan "Pesta". Tiba-tiba Umi Pipik secara spontan tampil melepas cincin emas putih yang sehari-harinya dikenakan, bertahta batu safir senilai Rp 30 juta rupiah diberikan kepada GaSS. "Usai saya baca puisi saya menangis, saya terharu aksi ini dari seniman untuk seniman, subhanallah betapa mulianya para seniman Sunda, berbuat untuk sesama, memang baiknya begitu melakukan sesuatu kepada yang benar-benar membutuhkannya," ujar Pipik dengan suara tertahan. Rina Nose pun menerima cicin itu untuk diserahkan kepada GaSS yang malam itu tidak sempat dilelang karena waktu sudah menyentuh pukul 24.00 WIB. (Ode)**
.

Categories:Musik,
Tags:,