Buruh Tuntut Kenaikan Upah 30 Persen

Buruh Tuntut Kenaikan Upah 30 Persen

Ratusan buruh dari berbagai organisasi demo tuntut UMK 2015 naik 30 persen. (Foto : ADE)

Bandung - Pemerintah Jawa Barat didesak lebih memperhatikan nasib para buruh dalam hal  penetapan UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten), yang sesuai dengan kondisi saat ini. Untuk itu, buruh menuntut pemerintah daerah agar menaikkan UMK sebesar 30 persen dari UMK sebelumnya.
 
Demikian yang mencuat ketika ratusan buruh yang tergabung dalam SPN (Serikat Pekerja Nasional), SBSI (Serika Buruh Seluruh Indonesia), KSPSI, KSN, FSPMI, dan beberapa organisasi lainnya menggelar aksi demo di depan Monumen Perjuangan Jawa Barat, Jl. Dipatiukur, Kota Bandung, Kamis (30/10).
 
Menurut Ketua KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto, Jawa Barat adalah provinsi yang termasuk selalu memberikan upah murah yang besarannya di bawah KHL (Kebutuhan Hidup Layak).
 
“Survei yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi perihal KHL sama sekali tidak berpengaruh, jika hasil akhir penetapan UMK 2015 tetap di bawah standar KHL. Setiap Kota/Kabupaten jumlah UMK-nya kebanyakan masih di bawah standar KHL, artinya buruh dibayar dengan upah murah,” tegas Roy Jinto di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Kota Bandung.
 
Saat ini penetapan upah minimum itu masih jauh dari kecukupan kebutuhan pekerja secara riil. “Seluruh organisasi buruh di Jawa Barat menuntut UMK 2015 naik minimal 30 persen, jika pemerintah tidak bisa mengabulkan hal itu buruh akan menggelar aksi lebih besar lagi,” tambahnya.
 
Buruh akan semakin menderita jika pemerintahan Jokowi – JK benar-benar ingin menaikkan harga BBM, yang otomatis menyebabkan seluruh harga kebutuhan  akan naik. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,