Pedagang Daging Ayam Pasar Sederhana Mogok

Pedagang Daging Ayam Pasar Sederhana Mogok

Los daging ayam kosong melompong karena pedagangnnya mogok jualan.

Bandung- Pedagang daging ayam di pasar Sederhana Kota Bandung, Jabar mulai mogok berjualan sejak Kamis (20/8/2015)  pukul 11.30 WIB.
 
"Lapak kami di Pasar Sederhana tutup sejak pukul 11.30, rencananya sampai Minggu," kata seorang pedagang daging ayam Pasar Sederhana, Deden.
 
Menurut dia, aksi yang akan dilakukan pedagang daging se-Jawa Barat itu mengacu kepada surat edaran dari Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (PESAT) dalam rangka mendesak agar institusi terkait segera menstabilkan kembali harga daging ayam.
 

Kendari daging ayam di lapaknya masih tersisa, ia memilih untuk tetap menutup lapaknya. Pasalnya, apabila ia berkeras tetap membuka lapak hingga lewat pukul 11.30 WIB, khawatir mendapat sanksi.

"Harus tetap tutup, saya tidak mau bermasalah dengan teman-teman," kata Deden yang sedang membersihkan lapak daging ayamnya yang sudah kosong.
 

Deden menambahkan, ia akan membawa pulang semua sisa dagangannya hari itu ke rumah. Ketika ditanya akan dikemanakan daging-daging tersebut, ia mengaku akan menjadikan daging-dagingnya itu sebagai lauk di rumah. Dan sebagiannya lagi akan Deden bagikan dengan sukarela kepada sanak saudaranya.

"Mau apa lagi, barangnya masih banyak, masih ada sekitar empat kilogram, sayang kalau dibuang begitu saja," ucapnya.
 
Aksi pedagang daging ayam itu berlangsung dari Kamis hingga hari Minggu mendatang. Hal itu membuat Kepala Pasar Sederhana, Uba Rubai prihatin. Pasalnya, pedagang ayam harus memutar otak dan mencari penghasilan tambahan ketika mereka tidak berjualan.
 
"Kasihan dan dilematis bagi pedagang, di sisi lain mereka harus mematuhi peraturan dari perhimpunannya, juga harus tetap dapat penghasilan untuk keluarganya," ujar Uba.
 
Ia berharap, agar pemerintah segera menindaklanjuti mogoknya para pedagang daging dengan menurunkan harga daging ayam di pasaran, agar pedagang daging ayam bisa kembali berjualan.
 
"Kami berharap institusi terkait segera menstabilkan harga. Kasihan pedagang, kasihan juga pembelinya," ucap Uba, menambahkan.(Ode)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,