Astra Bukukan Laba Rp 14,5 Triliun

Astra Bukukan Laba Rp 14,5 Triliun

Astra Bukukan Laba Rp 14,5 Triliun

Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih konsolidasian meningkat sebesar 8 persen pada kuartal III 2014 menjadi Rp 14,5 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 13,46 triliun.

"Kinerja Grup Astra secara umum cukup memuaskan, meskipun masih dihadapkan pada tantangan kompetisi yang ketat pada bisnis kendaraan roda empat dan penurunan harga batubara. Kami memperkirakan kinerja perusahaan tidak akan banyak berubah hingga akhir tahun," kata Presiden Direktur Prijono Sugiarto dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Ia mengemukakan, bahwa kinerja divisi otomotif mengalami pelemahan akibat penurunan marjin pada sektor kendaraan roda empat.

Penjualan mobil Astra secara nasional menurun 1 persen, namun penjualan sepeda motor Astra mengalami peningkatan sebesar 9 persen. Sementara jumlah pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra meningkat 11 persen.

Sementara itu, lanjut dia, divisi penjualan alat berat mencatatkan hasil yang sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu dikarenakan peningkatan penjualan suku cadang dan jasa purna jual, walaupun penjualan alat berat mengalami penurunan sebagai dampak melemahnya harga batu bara.

Untuk kinerja keuangan, ia mengemukakan bahwa pendapatan bersih konsolidasian Astra naik 6 persen menjadi Rp 150,6 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 141,84 triliun, itu didorong karena peningkatan pendapatan dari sektor agribisnis dan kontrak penambangan.

"Kinerja divisi agribisnis, kontraktor penambangan dan jasa keuangan menunjukkan peningkatan," katanya.

Ia juga mengemukakan bahwa pada periode sama nilai aset bersih per saham perseroan tercatat sebesar Rp 2.236 pada 30 September 2014, meningkat sebesar 8 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2013 senilai Rp 2.073.

Disebutkan juga, utang bersih konsolidasian tidak termasuk bisnis jasa keuangan, tercatat sebesar Rp 3,8 triliun meningkat 3 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2013. Bisnis jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 43,4 triliun, sedikit meningkat dibanding tahun lalu sebesar Rp 42,3 triliun. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,