Kenaikan Harga Daging Ayam Rugikan Pedagang

Kenaikan Harga Daging Ayam Rugikan Pedagang

Cimahi - Pedagang daging di pasar tradisional Kota Cimahi, mengaku kenaikan harga daging ayam sejak sepekan tidak memberikan dampak keuntungan melainkan rugi karena penjualan menurun.

"Jelas kenaikan harga daging ayam ini sangat mempengaruhi omzet, karena penjualan setiap harinya menurun," kata Deni pedagang daging ayam di pasar tradisional Cimindi, Kota Cimahi, Kamis (20/8/2015).

Ia menuturkan, harga daging ayam yang dijualnya sudah mencapai Rp40 ribu, jauh dari harga normal kisaran Rp28 ribu per kilogram (kg).

Kenaikan harga tersebut, kata dia, menyebabkan penjualan menurun, dari biasanya mampu menjual hingga 150 ekor setiap hari, setelah harga melonjak naik hanya 80 ekor ayam.

"Harga Rp40 ribu ini sudah mempengaruhi omzet pendapatan dari biasaya mampu menjual 150 ekor sekarang paling 80 ekor," katanya.

Pedagang daging ayam lainnya Asep mengatakan, banyak pembeli yang mengeluhkan harga jual daging ayam terlalu tinggi.

Ia menyampaikan, para pembeli mengharapkan harga daging ayam secepatnya kembali normal.

"Pembeli banyak yang mengeluh mahal, dan menginginkan harganya kembali normal," katanya.

Dampak kenaikan harga daging ayam itu, seluruh pedagang di Kota Cimahi mulai menggelar aksi mogok, Senin pukul 12.00 WIB, sebagai sebagai bentuk protes dan harapan kepada pemerinah.

Aksi tersebut sebagai tindak lanjut dari surat edaran Nomor : 006/SE/PESAT-JABAR/VIII/2015 yang dikeluarkan Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (PESAT) Bandung Raya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,