Gawat, Keamanan Pangan Dunia Semakin Kritis

Gawat, Keamanan Pangan Dunia Semakin Kritis

Brussels - Kebijakan keamanan pangan mesti bergerak ke arah area yang jauh lebih luas dan dipusatkan pada akses rutin ke pangan buat penduduk yang mendekati angka sembilan miliar pada 2030-2050, kata Pusat Penelitian Gabungan (JRC) Komisi Eropa.

Studi JRC mengenai keamanan pangan global diikuti oleh Komisi Eropa, ahli luar negeri, dan pemegang saham untuk mengembangkan visi bagi keamanan pangan pada 2030.

Akibat penduduk yang bertambah, perubahan iklim, meluasnya keterbatasan lahan pertanian, dan peningkatan permintaan akan asupan makan tinggi energi, upaya untuk mencapai keamanan pangan global akan menjadi salah satu tantangan paling kritis dalam beberapa tahun ke depan, kata laporan tersebut.

Secara tradisional, perdebatan mengenai keamanan pangan berpusat pada aspek produksi dan pertanian, serta aspek kelaparan, kemiskinan dan kemanusiaan, kata Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Sabtu (22/8/2015) pagi. Tapi, dengan studi mengenai perkiraan masa depan tersebut JRC mengusulkan untuk bergerak lebih jauh menuju sistem pendekatan yang lebih menyeluruh guna mengkaji masalah itu.

Sampai 2030, keamanan pangan akan terus ditetapkan oleh mengamankan pasokan keamanan sebagai reaksi atas perubahan dan peningkatan permintaan global, kata laporan tersebut.

Keamanan pangan bukan hanya tantangan global yang sistematis, tapi juga peluang bagi UE untuk memainkan peran dalam inovasi, perdagangan, kesehatan, kekayaan, generasi dan geopolitik.

Terlebih lagi, menjamin kerekatan dan koordinasi yang lebih baik perlu terjadi untuk beranjak dari keamanan pangan ke pendekatan sistem-pangan.

Laporan itu menyimpulkan bahwa keamanan pangan akan lebih terjamin dengan dasar berkesinambungan melalui empat proses: pertama ialah perubahan besar pada sistem produksi pangan melalui penanaman modal, penelitian dan pelatihan.

Dasar kedua adalah perubahan desa yang memadai; ketiga, keseimbangan produks dan konsumsi dalam sistem pangan antara tingkat lokal, regional dan global; dan akhirnya, gerakan ke arah sistem pangan yang dikendalikan tuntutan, dengan prilaku konsumen yang bertanggung-jawab yang membentuk sasaran berkelanjutan. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,