Masyarakat Resah Sertifikat Palsu Banyak Beredar

Masyarakat Resah Sertifikat Palsu Banyak Beredar

Singaraja - Kepolisian Resor Buleleng, Bali melacak peredaran 29 sertifikat tanah palsu di daerah itu yang selama ini keberadaanya meresahkan masyarakat.

"Dugaan sementara peredaran sertifikat tanah palsu itu mencakup wilayah lintas kabupaten sehingga diperlukan koordinasi antar wilayah dan juga dengan instansi samping dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng," kata Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi di Singaraja, Sabtu (22/8/2015).

Ia mengatakan, pihak kepolisian sudah mengamankan lima sertifikat palsu yang disita di dalam sebuah laptop dari salah satu tersangka pengedar sertifikat itu.

Lebih jauh, Kurniadi memaparkan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pihak BPN untuk memastikan kebenaran perbedaan atas sertifikat asli dengan sertifikat tanah palsu.

"Kemarin kami telah berkoordinasi dengan BPN, dan kami tanyakan, mana sertifikat asli dan mana palsu, yang tentunya sebagai saksi ahli dalam kasus ini," terangnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Seririt, Kompol Supriadi Rahman menjelaskan, pihaknya kembali mengamankan dan memeriksa satu orang berinisial YUS warga Desa Petemon, Kecamatan Seririt.

Dikatakan, pihaknya sementara masih memeriksa dan meminta keterangan terkait pembuatan dan peredaran sertifikat palsu yang membuat kerugian terhadap empat orang korban hingga mencapai Rp 430 juta.

"Statusnya masih sebagai saksi, untuk kami mintai keterangan dan kami masih belum menaikan status YUS sebagai tersangka, jika YUS memang terbukti terlibat, jelas kami naikan statusnya menjadi tersangka," ungkap dia.

Terkait kemungkinan masih terdapat tersangka tambahan atas kasus ini Kompol Supriadi mengaku masih belum berani memastikan adanya tersangka tambahan.

"Kita lihat saja nanti, dari hasil pengembangan terkait kasus ini dan sekarang masih dalam tahap penyelidikan," tandasnya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,