Cabut Ancaman Denda Rp 20 Juta pada Pedaging Ayam

Cabut Ancaman Denda Rp 20 Juta pada Pedaging Ayam

Bandung - Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Jabar Ferry Sofyan Arief meminta Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (Pesat) Kota Bandung mencabut ancaman denda Rp20 juta bagi pedagang daging ayam yang tetap berjualan saat mogok.

"Saya sudah dialog dengan Pesat dan meminta agar mereka mencabut ancaman denda sebesar itu kepada pedagang daging ayam yang berjualan saat mogok. Dan mereka sudah bersedia mencabutnya," kata Ferry Sofyan Arief di Bandung, Sabtu (22/8/2015).

Menurut dia, beberapa waktu lalu Pesat Bandung mengeluarkan surat kepada para pedagang daging ayam untuk melakukan mogok berjualan sejak Kamis hingga Minggu lusa. Selain itu juga disebutkan denda sebesar Rp20 juta bagi yang tetap berjualan.

Ia menyebutkan, mogok merupakan hak para pedagang untuk menyampaikan aspirasinya, namun tidak perlu ada ancaman seperti itu karena bisa berdampak kurang baik ke depannya.

"Banyak pedagang yang ingin membantu operasi pasar daging ayam yang takut kena sanksi itu, padahal pemerintah juga berusaha untuk bisa menekan harga daging ayam di pasaran salah satunya dengan meningkatkan koordinasi distribusi," kata Ferry.

Ferry menyebutkan, ia sudah melakukan koordinasi dengan Pesat pada Kamis kemarin, dan tetap menyatakan untuk mogok hingga Minggu besok.

"Ya kami persilahkan, dan operasi pasar kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Asalkan mereka bisa mencabut ancaman denda itu," katanya.

Terkait perkembangan harga daging ayam potong, kata dia masih terus diupayakan turun pada angka normal sesuai dengan perhitungan harga normal.

"Harga tergantung harga di tingkat peternak, bila di peternak atau harga kandang Rp18 ribu, maka normalnya harga di kisaran Rp32 ribu hingga Rp34 ribuan," kata Ferry.

Ia sudah melakukan kontak dengan distributor di Priangan Timur tentang pasokan ayam yang diprediksi pekan depan bisa terjadi penurunan harga.

"Berdasarkan laporan dari Priangan Timur, pekan depan peternak di kawasan itu panen. Saat ini pasokan ayam dari Priangan Timur, sehingga diharapkan pekan depan harga sudah bisa kembali normal," katanya.

Oleh karena itu, Dinas Indag bersama Bulog Divre Jabar akan terus melakukan Operasi Pasar sepanjang diperlukan hingga para pedagang kembali berjualan di pasar.

"Kita akan evaluasi terus, bila harga tetap tinggi maka kemungkinan operasi pasar daging ayam pekan depan juga sangat besar," kata Ferry.

Terkait kuota daging sapi impor Jabar pada triwulan ke-3 2015, kata Ferry akan mendapat kuota 40 persen dari total impor.

"Kuota impor daging sapi pada semester III itu sebesar 50 ribu ton, dan Jabar akan menyerap 40 persen dari total itu," kata Kepala Dinas Indag Jabar itu menambahkan. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,