Gubernur Kukuhkan Forum Sunda Ngumbara Wilayah Papua

Gubernur Kukuhkan Forum Sunda Ngumbara Wilayah Papua

Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan menyerahkan Maskot PON XIX dan PEPARNAS XV 2016 Jawa Barat kepada Asisten Kesra Setda Provinsi Papua, pada Pengukuhan Formas Sunda Ngumbara Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, di MAKODAM XVII Cendrawasih, Jayapura

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Formas Sunda Ngumbara) untuk dua wilayah di Papua, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat di Aula Tonny A Rompis Kodam XVII/Cenderawaih, Jl. Polimak IV Atas, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Minggu (23/8/2015).
 
Biro Humas Protokol dan Umum (HPU) Setda Pemprov Jawa Barat dalam siaran persnya Minggu (23/8) mengatakan pada acara tersebut juga hadir Asisten III Setda Provinsi Papua Rosina Lipessy ini dan dilantik pula kepengurusan Formas Sunda Ngumbara Provinsi Papua yang diketua oleh Kajagi Kalman dan Provinsi Papua Barat Asep Djarkasi, serta pengurus Formas Sunda Ngumbara untuk Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Korem, serta Kabupaten Sarmi oleh Ketua Umum Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung.
 
Ahmad Heryawan menyampaikan rasa bahagianya bisa silaturahmi dan berkumpul dengan masyarakat Tatar Sunda di Papua dan dirinya ingin masyarakat Sunda yang di Papua dan seluruh daerah tetap bisa menjaga kerukunan, baik dengan sesama masyarakat Sunda ataupun dengan masyarakat Papua dan lainnya.
 
"Kita bersaudara dan berterimakasih masyarakat Papua dapat menerima dengan baik masyarakat Tatar Sunda di Papua," kata Heryawan.
 
"Kami juga berpesan kepada masyarakat Sunda dan Banten sing balalageur sing alakur boh jeng sesama Sunda atau dengan masyarakat Papua (kami juga berpesan kepada masyarakat Sunda dan Banten agar baik dan rukun dengan sesama Sunda atau masyarakat Papua)," katanya.
 
Pada kesempatan ini Gubernur mengajak masyarakat Sunda di Papua agar bisa bercampur baur dengan kehidupan sosial-budaya masyarakat Papua.
 
"Hadirkan akultuasi atau pembauran budaya (Sunda dan Papua) sebagai pertanda persatuan," katanya.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong masyarakatnya untuk mengembara dalam program Jabar Mengembara atau berpolitik biospora. Menurut Gubernur, hal ini penting untuk mengembangkan kehidupan masyarakat Sunda agar lebih maju.
 
"Kita mendorong masyarakat untuk bisa menerapkan politik biospora, supaya masarakatnya mengembara ke berbagai belahan dunia manapun dan dihidupkan di daerah-daerah baru," katanya.
 
Sementara itu, Ketua Unum Formas Sunda Ngumbara Kang Jaka Bandung mengatakan, bahwa ada ratusan ribu masyarakat Sunda di Papua dengan berbagai latar belakang profesi.
 
"Belum terdata resmi, warga Sunda di Papua ada ratusan ribu. Dengan adanya ini kita bersatu dan harus jadi satu," kata Jaka.
 
Jaka pun ingin masyarakat Sunda harus mengubah kebiasaan untuk memiliki keberanian untuk percaya diri dan berani berkompetisi dalam berbagai hal, dengan mengubah jargon yang awalnya "mangga tipayun (silahkan duluan) menjadi "punten kapayunan (permisi duluan).
 
Acara deklarasi dan pengukuhan itu turut dihadiri pula oleh Asisten Personil Kodam XVII/Cenderawasih Tatang Subarna serta jajarannya, Wakil Bupati Kerom, serta ribuan masyarakat sunda yang ada di wilayah Papua dan Papua Barat.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,