Pertikaian Soal DPR Tandingan Meruncing

Pertikaian Soal DPR Tandingan Meruncing

Mantan Deputi Kepala Kantor Transisi Jokowi - JK, Andi Widjajanto. (FOTO ANTARA)

Jakarta - Pertikaian dan tarik ulur kekuatan dari dua kubu antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia hebat (KIH) menyangkut rencana KIH membentuk DPR tandingan, semakin runcing. Akibatnya, DPR yang dipimpin oleh KMP belum juga bisa bekerja secara efektif.
 
Desakan Koalisi Indonesia Hebat untuk membentuk DPR tandingan pun semakin ngotot untuk dilakukan, karena merasa tidak diakomodasi dalam proses pemilihan alat kelengkapan Dewan yang dikuasai mutlak oleh Koalisi Merah Putih.
 
Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi yang disampaikan mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Kantor Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Kamis (30/10/2014) mengharapkan, DPR bisa kompak agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Terkait pertikaian antara KMP dan KIH di parlemen, diharapkan ada solusi bersama untuk menjaga keutuhan parlemen. 


Hingga saat ini, menurut Andi, Presiden Jokowi belum mempertimbangkan usulan KIH untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu), yang membatalkan UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Usulan itu bahkan belum disampaikan secara resmi kepada Presiden.

"Belum ada usulan konkret ke arah sana ya. Jadi, biasanya bila ada usulan seperti itu akan muncul beberapa kajian dari beberapa lembaga, seperti Menko Polhukam dan Lembaga Ketahanan Nasional. Sampai sekarang belum ada," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,