Cimahi Bantah Endapkan DAK Rp 26,8 M di Bank

Cimahi Bantah Endapkan DAK Rp 26,8 M di Bank

Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi membantah telah mengendapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 sebesar Rp 26,8 miliar di bank, melainkan disimpan di rekening Kas Umum Daerah.

 
 "Sebanyak 80 persen anggaran tersebut langsung disimpan di RKUD senilai Rp26,8 miliar, jadi nanti jika SKPD ada kegiatan dan selesai kegiatan baru diproses pencairannya," kata Kepala Bagian Umum Keuangan Pemerintah Kota Cimahi Achmad Nuryana saat menggelar jumpa pers terkait penyerapan anggaran di Cimahi, Senin (24/8/2015)

Pertemuan dengan sejumla media massa tersebut menghadirkan Plt. Sekretaris Daerah Kota Cimahi Sri Nurul Handayani, Sekretaris Bappeda Kota Cimahi Chanifah Listyarini, daan Dinas Pendapatan Kota Cimahi Muhammad Yani.

Dugaan pengendapan anggaran DAK tersebut muncul setelah adanya pernyataan dari Kementerian Keuangan yakni ada lima pemerintah kota dengan pengendapan anggaran paling besar akibat rendahnya penyerapan anggaran diantaranya Kota Cimahi.

Achmad menjelaskan, ketentuan anggaran DAK 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya yakni DAK yang diberikan pusat disesuaikan dengan kemampuan serapan setiap SKPD, sedangkan saat ini sesuai persentase untuk setiap triwulannya.

"DAK sekarang diturunkan secara persentase untuk setiap triwulannya yakni triwulan pertama diturunkan 30 persen, triwulan kedua 25 persen, triwulan ketiga 25 persen dan triwulan keempat 20 persen," katanya.

Sementara sampai triwulan ketiga 2015, kata dia, Pemerintah Kota Cimahi telah menerima 80 persen anggaran DAK atau sebesar Rp26,8 miliar dari total DAK sebesar Rp33 miliar, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) baru terserap 35 persen dari Rp548 miliar.

"Jadi kalau yang tidak terserap Rp2 miliar maka pusat akan memotong anggaran DAU sebesar itu," katanya.

Plt Sekretaris Daerah Kota Cimahi Sri Nurul Handayani menambahkan, setiap tahunnya Pemerintah Kota Cimahi selalu berupaya melakukan penyerapan anggaran dan tidak membiarkannya mengendap di rekening bank.

Upaya tersebut, lanjut dia, sudah dilakukannya sejak awal tahun anggaran, namun penyerapan anggaran masih saja belum maksimal.

"Kami tidak mau gegabah dalam menyerap anggaran, lelang fisik itu harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ada," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,