BPOM Musnahkan 50 Item Obat Tradisional Berbahaya

BPOM Musnahkan 50 Item Obat Tradisional Berbahaya

Jakarta - Sedikitnya 50 item obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung sildenavil, ditemukanBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ke-50 item obat tradisional senilai Rp 59,8 miliar itu, langsung dimusnahkan oleh pihak BPOM.
 
Menurut Kepala BPOM, Roy Sparringa, dari 50 item merek obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung bahan kimia obat berbahaya itu, setengahnya adalah merek yang telah memiliki izin edar. "BPOM membatalkan nomor izin edar terhadap 25 item yang telah memiliki izin edar," kata Roy di Kantor BPOM Jakarta, Senin (24/8/2015).

Dijelaskan, BPOM menemukan produsen merek-merek obat-obatan tersebut di beberapa tempat di Indonesia. Antara lain Jakarta sebanyak 11 produsen, Jawa Barat (12), Jawa Tengah (6), Banten (5), Jawa Timur (4), lokasi tidak diketahui 7 produsen, dan 22 produsen berasal dari luar negeri.

Menurut Roy, BPOM juga mengeluarkan public warning agar masyarakat tidak mengonsumsi obat tradisional dan suplemen kesehatan yang mengandung BKO (bahan kimia obat), karena membahayakan kesehatan. "Sildenavil dan turunannya ini termasuk golongan obat keras, yang hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter," tegasnya.

Namun, para penjual tidak mengetahui apakah masyarakat menggunakan sesuai petunjuk dokter atau tidak. Sebab, sildenavil memiliki efek buruk jika digunakan dengan tidak tepat. "Bisa menimbulkan efek buruk seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran dan stroke," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,