Jasa Medivest Kelola Limbah Medis di Jabar

Jasa Medivest Kelola Limbah Medis di Jabar

Karawang - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan peletakan batu pertama pembangunan incinerator ke-2 milik PT Jasa Medivest, salah satu anak perusahaan BUMD Jabar yang bergerak di bidang pengelolaan limbah medis di Dawuan, Kabupaten Karawang, Selasa (25/8/2015).

"Apa yang dilakukan oleh PT Jasa Medivest ini adalah contoh nyata yang diberikan perusahaan Jawa Barat kepada seluruh masyarakat Indonesia akan peran aktifnya dalam pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup," kata Ahmad Heryawan.

Pembangunan incinerator kedua yang menggunakan teknologi dari buatan Insitut Teknologi Bandung tersebut di bangun di atas lahan seluas 2,7 hektare milik PT Jasa Medivest, di Jalan Inter Change Dawuan Tengah Tengah, Cikampek, Kabupaten Karawang.

Ia mengatakan bahwa peningkatakan kapasitas "incinerator" atau mesin pemusnah limbah medis yang dilakukan oleh PT Jasa Medivest tersebut sejalan dengan visi misi Provinsi Jawa Barat dalam pelestarian lingkungan.

"PT Jamed (Jasa Medivest) telah melakukan apa yang diamanatkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kepmenkes 1204 Tahun 2014 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit," kata dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Jasa Medivest Subagiyo menambahkan dengan adanya penambahan mesin pemusnah limbah medis kedua tersebut maka pihaknya akan melipatgandakan kapasitas tampung limbah medis para pelanggannya di Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia mengatakan, saat ini dengan menggunakan incinerator berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air dengan dua proses pembakaran pihaknya mampu menampung limbah medis 12-15 ton per hari yang berasal dari 1.900 an pelanggan penghasil limbah medis seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik.

Ia menjelaskan, dilengkapi dengan ruang pembakaran bersuhu 1.000-1.100 derajat celcius dengan kontrol polusi udara, maka mesin pembakaran limbah tersebut mampu menetralkan emisi gas buang.

"Adapun gas buang yang dinetralkan tersebut seperti partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO serta dioxin dan furan sehingga gas buang yang dikeluarkan memenuhi parameter yang ditetapkan KEP-03/Bapedal/09/1995 dan standar baku emisi internasional," kata dia.

Pihaknya menambahkan, pembangunan incinerator kedua itu akan dimanufakturkan di Indonesia dan akan memakan waktu pengerjaan selama delapan bulan.

"Itu sudah termasuk berbagai perizinan yang dipersyaratkan dan direncanakan incinerator kedua ini bisa beroperasi pada bulan Mei atau Juni 2016 mendatang," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,