Di Bawah Ancaman Bonek, Mahaka Gelar Piala Presiden

Di Bawah Ancaman Bonek, Mahaka Gelar Piala Presiden

Jakarta - Kendati mendapatkan ancaman dari Arek Bonek 1927, sejauh ini pihak Mahaka tetap akan menggulirkan turnamen Piala Presiden pada 30 Agustus 2015 mendatang. Menurut CEO Mahaka Sports and Entertainment, Hasani Abdul Gani, ancaman itu sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
 
Kelompok suporter Persebaya 1927 telah menegaskan, pihaknya akan melakukan aksi demo dengan menduduki kantor-kantor perusahaan Mahaka khususnya yang berada di Surabaya. Alasannya, mereka tak rela Persebaya United, sebagai klub yang dinilai abal-abal diikutsertakan dalam Piala Presiden.

Polemik dualisme Persebaya antara kepengurusan I Gede Widiade dan Saleh Mukadar sejak 2011 lalu itu memang tak kunjung usai. Bahkan, akibatnya kompetisi Indonesia Super League 2015 pada April lalu batal bergulir, karena BOPI tidak memberikan rekomendasi kepada Persebaya milik Gede Widiade untuk ikut serta.

Namun, jelang pelaksanaan Piala Presiden, BOPI memberikan izin kepada Mahaka untuk mengikutsertakan Persebaya milik Gede Widiade asal mereka berganti nama. Kemudian, atas kesepakatan bersama, muncullah nama Persebaya United untuk menggantikan Persebaya Surabaya.

Karena alasan faktor historis, Arek Bonek 1927 tetap tidak mau menerima keputusan itu. Terakhir mereka menyatakan akan bergerak melakukan demonstrasi selama tiga hari berturut-turut terhitung, sejak Jumat 28 Agustus 2015. "Saya mengharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Toh ini sama-sama buat kita," kata Hasan, Selasa (25/8/2015).

Ia mengakui, tidak akan berusaha menghalangi keinginan Arek Bonek 1927 menggelar aksi demonstrasi. Hanya, jika nantinya aksi itu merugikan pihaknya, tentu dia berharap Kepolisian dapat bertindak sesuai dengan kewajibannya.

"Saya pikir sebagai warga negara, dan perusahaan kami berdomisili di Indonesia, maka kami perlu proteksi juga dari negara," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,