Rekor MURI Bakar Ikan Terpanjang Ditorehkan Sula

Rekor MURI Bakar Ikan Terpanjang Ditorehkan Sula

Jakarta - Bupati Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasi bakaran ikan terpanjang.

"Di Indonesia dan dunia, baru Kepulauan Sula yang melakukan ini," kata Hidayat Mus seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Hidayat Mus mengatakan, bakaran ikan yang terbuat dari bambu sepanjang 15 kilometer membentang dari Desa Wailau hingga Desa Fetcai merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia, bahkan di dunia.

Acara tersebut melibatkan seluruh masyarakat Kepulauan Sula. Setiap warga berjejer di sepanjang jalan untuk melakukan pembakaran ikan.

Sebanyak 17 ton ikan hasil laut Kepulauan Sula dibagikan kepada masyarakat untuk pelaksanaan bakar ikan terpanjang di dunia itu.

Dia menjelaskan, bakar ikan terpanjang di dunia yang dilakukan di Kabupaten Sula merupakan upaya memperkenalkan potensi kelautan yang dimiliki oleh Kepulauan Sula.

Selain itu, dengan adanya perhelatan tersebut, ia menginginkan Pemerintah Pusat untuk lebih memperhatikan wilayah yang sudah dipimpinnya selama 10 tahun.

"Sula merupakan kabupaten kepulauan dengan potensi laut yang sangat luar biasa. Tapi selama ini memang dikelola secara tradisional. Saya ingin dengan adanya informasi seperti ini, Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada kepulauan Sula, khususnya di kelautan," ujar Mus.

Acara pembakaran ikan yang disebut Festival Maksaira ini dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Novanto dan Fadli Zon mendampingi Hidayat Mus saat penyulutan obor untuk menyalakan bara tanda pembakaran ikan di mulai.

Di akhir masa kepemimpinannya, Hidayat Mus berharap acara yang digelarnya ini menjadi kenang-kenangan bagi masyarakat Kabupaten Sula.

"Masyarakat Sula sangat antusias, bergotong-royong demi terlaksananya acara ini, seperti arti Maksaira itu, musyawarah" katanya.

Hidayat Mus juga menginginkan pencatatan rekor dunia dengan pembakaran ikan ini dapat menjadi ikon Kabupaten Sula yang dilakukan setiap tahun. Ia berharap acara ini menjadi agenda daerah, bahkan menjadi agenda nasional. (AY)

.

Categories:Unik,
Tags:,