Rupiah Seakan 'Nyaman' di Posisi Jurang Keterpurukan

Rupiah Seakan 'Nyaman' di Posisi Jurang Keterpurukan

Jakarta - Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada pergerakan pembukaan perdagangan, Rabu (26/8/2015),  terpantau masih berada di jurang keterpurukan. Kurs rupiah tampak "nyaman" dan belum ada sinyal positif, untuk mampu merangkak keluar dari keterpurukan.
 
Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, menetapkan rupiah di posisi Rp 14.102 per dolar AS. Sehari sebelumnya, berdasarkan data dari Bloomberg, nilai tukar rupiah melemah dan berada di posisi Rp 14.102 per dolar AS. Data Yahoo Finance, rupiah juga terpantau melemah di level Rp 14.080 per dolar AS. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) berada di level Rp 14.067 per dolar AS.

Meski begitu, pergerakan nilai tukar rupiah tidak sejalan dengan penutupan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pergerakan IHSG terpantau makin cerah dan aman dengan berada di jalur hijau.

IHSG pada Selasa sore ditutup menguat sebanyak 64,77 poin atau setara 1,6 persen ke posisi 4.228. Sementara indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami penguatan sebanyak 16,05 poin ke 708. Sedangkan JII mengalami penguatan sebanyak 10,48 poin ke 554.

Dikabarkan, seluruh sektor bergerak fluktuatif, di mana sektor perkebunan, properti, dan perdagangan tak mampu menahan penguatan mereka sepanjang hari ini. Sementara itu sektor konsumer menjadi sektor yang menguat paling tajam sebesar 69,57 poin.

Volume transaksi perdagangan sore ini ditutup sebanyak 4,5 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 166 saham menguat, 155 saham melemah, 70 saham stagnan, dan 167 saham tidak ada perdagangan. 
 
Pada sisi lain, dengan melemahnya nilai tukar yuan memberikan dampak bagi rupiah terhadap dolar AS yang ikut terpuruk hingga tembus di atas Rp 14.000 per dolar AS.

"Yuan melemah, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran kian melambatnya ekonomi Cina, dan akan berimbas pada negara-negara Asia lainnya. Ini kemungkinan akan berdampak secara global dan memberikan sentimen negatif pada pelaku pasar. Sehingga rupiah melemah," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada.

Sementara belum adanya sentimen positif yang dapat dijadikan amunisi bagi rupiah untuk menguat, menruut Reza membuat laju mata uang Garuda ini terus keok di zona merah sepanjang hari kemarin. Alhasil, laju rupiah kian tertekan, sehingga menguburkan harapan akan adanya perbaikan dalam waktu dekat.

Namun, setelah level support rupiah gagal diuji, pelaku pasar masih harus mencermati sentimen dan berita yang dirilis, serta mewaspadai jika rupiah kembali melanjutkan pelemahan. Laju rupiah pun akan berada di bawah target support Rp 13.896 per dolar AS. (Jr.)**
.

Categories:Perbankan,
Tags:,