Bio Farma Bangun Life Science Park Terbesar di Asia

Bio Farma Bangun Life Science Park Terbesar di Asia

Bandung - Bio Farma akan membangun "Life Science Park" dengan fasilitas "Animal Lab" terbesar di Asia di kawasan Jasinga Kabupaten Bogor Provinsi Jabar.

"Life Science Park dengan animal lab terbesar di Asia akan dibangun di kawasan Jasinga Kabupaten Bogor. Kawasan itu juga disiapkan untuk penelitian dan pembuatan vaksin-vaksin terbaru Bio Farma," kata Direktur Utama Bio Farma Iskandar, pada pembukaan Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN), di Bandung, Rabu (26/8/2015).

Laboratorium penelitian dan pabrik baru perusahaan BUMN tersebut akan dibangun di lahan seluas 500 haktare di kawasan itu.

Iskandar menyebutkan pembangunan kawasan "Life Science Park" tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk 200 tahun ke depan dari program dan pengembangan vaksin perusahaan vaksin yang berkantor pusat di Jalan Pasteur Kota Bandung itu.

Menurut dia, seluruh riset dan percobaan pengembangan vaksin, termasuk salah satunya untuk bahan baku akan dipusatkan di kawasan tersebut.

"Nantinya kawasan itu menjadi laboratorium terbesar kami dengan visi untuk rencana pengembangan Bio Farma 200 tahun ke depan. Kawasan itu akan menjadi masa depan Bio Farma," katanya.

Selain itu, menurut Iskandar, pengembangan laboratorium dan pabrik baru Bio Farma itu merupakan investasi perusahaan itu untuk generasi yang akan datang.

Menurut dia investasi jangka panjang diperlukan karena karakter pengembangan produk vaksin juga harus dilakukan dalam waktu yang lama dan bertahap.

"Penelitian untuk satu produk vaksin itu bisa menghabiskan waktu 15-20 tahun, sehingga kita harus punya rencana sampai 200 tahunan," katanya.

Ia menyebutkan dengan pengembangan produk, memungkinkan produsen vaksin satu-satunya di Indonesia itu berkontribusi untuk produk life science dan pengobatan berbasis biologi.

"Dalam pertemuan dengan WHO, kebutuhan dunia tak hanya vaksin juga produk biosimilar yakni produk biologi yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan. Dan secara teknologi kita mampu," kata Iskandar.

Sementara itu Menteri Kesehatan Prof Dr Nila Djuwita F Moeloek menyatakan dukungannya terhadap rencana besar pembangunan Life Science Park di kawasan Bogor itu. Ia berharap fasilitas itu bisa berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Saya apresiasi rencana Bio Farma membangun Life Science Park di Jasinga Kabupaten Bogor, dan setuju dengan rencana perseroan untuk pengembangan 200 tahun ke depan. Indonesia butuh lompatan-lompatan untuk bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," kata menteri.

Pada kesempatan itu Menteri Kesehatan juga meminta sinergi peneliti bidang kesehatan terutama dalam pengembangan vaksin lebih intensif sehingga menghasilkan produk life science yang dibutuhkan masyarakat.

"Perkembangan dunia kesehatan begitu cepat, dan saya sepakat dengan rencana pengembangan 200 tahun dari Bio Farma. Diharapkan upaya itu bisa menjawab permasalahan kesehatan yang dihadapi tak hanya di dalam negeri tapi di dunia," kata menteri menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,