ITB-SAAB Bangun Kerja Sama Industri-Akademi

ITB-SAAB Bangun Kerja Sama Industri-Akademi

Bandung- Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama perusahaan pertahanan dan pengamanan basis Swedia, SAAB, akan berkolaborasi   mengembangkan inovasi di bidang kewirausahaan , akademis dan penelitian di sejumlah sektor terkait pembangunan perkotaan.
 
"Kami hendak mensinergikan para pemimpin industri dengan pihak universitas untuk meyelesaikan sejumlah persoalan hari ini dan menemukan cara bagaimana penelitian di ITB dapat bermanfaat di berbagai sektor," kata Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB, Suhono Harso Supangkat pada ITB-CEO Summit on Innovation 2015 di Kampus ITB Bandung, Rabu (26/8/2015).
 
Ia mengatakan, fokus awal yang dilakukan ITB saat ini adalah dengan menggelar diskusi panel terbuka yang melibatkan lima sektor industri, yakni energi dan lingkungan, teknologi pangan dan obat-obatan, teknologi informasi dan industri kreatif, transportasi dan infrastruktur serta strategi inovasi industri itu sendiri guna membahas peluang kerja sama dan pemecahan masalah.
 
"Hasilnya akan kelihatan di mana posisi kita untuk berbagi keahlian, kita harap bisa mendapat fasilitas untuk mengembangkan penelitian, usaha, dan sebagainya," kata pria yang juga dikenal sebagai penggagas konsep Smart City itu.
 
ITB dan SAAB  telah mentandatangani nota kesepakatan (MoU) yang di antaranya berisikan dukungan kerjasama ilmiah di area logistik, transportasi, infrastruktur, aeronautika dan "Smart City".
 
Menurut Suhono, MoU itu akan dilangsungkan secara bertahap, dimulai dari dua tahun pertama hingga berkembang ke tahun-tahun selanjutnya.
 
"Ini adalah kesempatan di mana semua pihak bertemu dan berkolaborasi dengan harapan menggagas ide-ide baru yang dapat menguntungkan pihak-pihak terlibat," kata Chief Technology Officer SAAB, Pontus De Laval.
 
Pontus juga mengatakan, salah satu produk hasil yang diharapkan dari kerjasama ini adalah terbentuknya pusat penelitian.
 
Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB, Bambang Riyanto Trilaksono mencontohkan, salah satu riset yang tengah dikembangkan ITB saat ini adalah pengembangan vaksin hewan.
 
"Kami ingin mensinergiskan keahlian yang kami miliki dengan kebutuhan industri, salah satunya adalah produksi vaksin hewan. Selama ini perolehan vaksin hewan masih impor," katanya.
 
Menurutnya, guna mewujudkan konsep Triple Helix atau ABG (sinergi akademisi, pebisnis dan pemerintah), saat ini ITB telah melakukan kerjasama penelitian dengan sejumlah perguruan tinggi maupun swasta seperti IPB, ITS, dan sebagainya.(Ode)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,