Website Rp 140 Miliar Bukti Revolusi Mental Hanya Mimpi

Website Rp 140 Miliar Bukti Revolusi Mental Hanya Mimpi

Jakarta - Laman website revolusi mental yang baru diluncurkan Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan Puan Maharani, terus menuai berbagai tanggapan miring, sindiran serta kritikan. Dan baru dua hari diluncurkan, website itu langsung jebol oleh serangan hacker.
 
Menurut Pemerhati telematika yang juga sempat menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga, KRMT Roy Suryo, kalau mau bagus ya memang harus setimpal biayanya. "Website yang di host secara serampangan wajar jika mudah bobol atau down. Hanya, kabarnya menelan ratusan miliar? Masya Allah," kata Roy.

Kabar situs revolusi mental yang menelan biaya Rp 140 miliar, menurut politisi Partai Demokrat itu sangat tidak masuk akal. Terlalu fantastis membuat laman website yang gampang dijebol, dengan anggaran yang menurutnya sangat besar.

"Kalau anggaran Rp 140 miliar hanya untuk website tentu sangat tidak rasional, tetapi kalau itu termasuk pelatihan, pembuatan ruangan, gedung, beli tanah di kawasan elit dan sebagainya, bisa masuk akal," kata Roy.

Dia meminta, Menko Puan untuk rasional. Dengan kejadian ini, publik harus bangkit bahwa ide revolusi mental hanya mimpi. "Semakin hari semakin membuktikan, semua jargon revolusi mental ini hanya fatamorgana. Semoga rakyat cepat terbangun dari mimpinya," tegas Roy. 
 
Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio,  Kamis (27/8/2015) juga menyoroti penggunaan  anggaran yang dianggap berlebihan yang dianggap tak sejalan dengan makna revolusi mental. "Memalukan. Seharusnya sebelum di-launching besar-besaran diujicoba dulu," katanya.
 
Menurutnya, peristiwa itu menandakan kampanye revolusi mental yang digembar-gemborkan pemerintahan Jokowi hanya sebatas jargon dan tidak serius. Ia pun menilai, revolusi mental saat ini sudah bukan menjadi prioritas pemerintah. "Revolusi mental dianggap sama dengan proyek pragmatis asal ada, tanpa tujuan serta visi misi yang jelas," katanya.
 
Ia pun turut berkomentar terkait dibajaknya website tersebut. Kalau memang website itu dibuat serius tentunya tak akan mudah dibajak. Ia pun meminta untuk tidak mencari 'kambing hitam' karena mustahil pemerintah tidak bisa mencari vendor yang mumpuni. Lagi pula apa untungnya membajak website tersebut.
 
"Sebaiknya berhenti cari 'kambing hitam', segera perbaiki dan luncurkan implementasi yang serius. Ayo kerja!," tuturnya. Pihak Kemenko PMK sendiri menyatakan, kalau website revolusimental.go.id tidak bisa diakses lantaran dibajak orang tak bertanggung jawab. 
 
Begitu juga dengan anggaran ratusan miliar yang ramai diperbincangkan netizen juga dibantah Asisten Deputi V Kebudayaan Kemenko PMK, Herbin Manihuruk, kalau anggaran yang digelontorkan untuk website tidak mencapai ratusan miliar. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,