Rupiah Terus Memburuk, 1.305 Buruh di Jateng Di-PHK

Rupiah Terus Memburuk, 1.305 Buruh di Jateng Di-PHK

ilustrasi

Semarang -  Lebih dari seribu buruh di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. " Pelemahan ekonomi hingga Agustus 2015 mengakibatkan 1.305 buruh dari sektor garmen, tekstil, dan plastik di-PHK, karena bahan bakunya rata-rata diimpor,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang di Semarang, Kamis (27/8/2015).
 
Disebutkan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng, sudah berupaya melakukan pencegahan terjadinya PHK. Namun tetap saja terjadi PHK di 23 perusahaan yang ada di sebelas kabupaten/kota di Jateng.
 
"Kami mengimbau kepada perusahaan agar semaksimal mungkin tidak melakukan PHK. Kalau memang ada kesulitan yang mendesak, bisa dikomunikasikan atau dikonsultasikan dengan kami,” katanya.
 
Meski demikian, bagi erusahaan yang melakukan PHK diminta tetap memberikan hak-hak dari para butuh yang diberhentikan. Untuk menampung seribuan lebih buruh yang terkena PHK, Disnakertransduk Jateng menyiapkan pelatihan keterampilan untuk kepentingan alih profesi, sehingga bisa bekerja di perusahaan lain atau mandiri.
 
"Kami punya balai latihan kerja di 35 kabupaten/kota yang siap memberikan pelatihan untuk para buruh, dan saat ini ada perusahaan garmen di Boyolali yang masih membutuhkan 1.000 tenaga kerja. Mungkin buruh yang di-PHK mau pindah kesana,” katanya. Disnakertranduk Jateng menyediakan posko pengaduan untuk menerima laporan dari pekerja yang terkena PHK, namun belum diberikan hak-haknya.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan, hak-hak seluruh pekerja yang terkena PHK sudah diberikan, salah satunya berupa pemberian uang pesangon oleh perusahaan masing-masing. “Jika nanti ada hak-hak pekerja yang belum dipenuhi oleh perusahaan, pekerja bisa melaporkannya kepada pemerintahnya,” tegasnya.
 
Ia menambahkan, Disnakertranduk Jateng akan segera membuka posko pengaduan PHK yang dikelola langsung. "Jika ada karyawan perusahaan yang terkena imbas PHK akan langsung ditangani pemerintah,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,