Sindikat Setra Duta Terkait Soal Imigrasi dan Cyber Crime

Sindikat Setra Duta Terkait Soal Imigrasi dan Cyber Crime

ilustrasi

Bandung – Sindikat narkoba internasional yang terjaring dalam penggerebekan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri), Rabu (26/8/2015) di Kompleks Setra Duta, Jalan Setra Duta Raya Blok E3 No. 8, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, ternyata terkait pula dengan masalah keimigrasian dan cyber crime berupa penipuan yang dilakukan kelompok tersebut.

 
Menurut Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Budi Waseso dalam konferensi pers, Kamis (27/8/2015), terdapat masalah keimigrasian dan cyber crime berupa penipuan yang ikut terungkap terkait kasus tersebut.
 
Oleh karena itu, Budi menambahkan, dalam penanganan kasus ini Polri akan bekerjasama dengan Bea Cukai dan analis IT. "Sekarang baru masuk tahap awal dan akan terus dikembangkan. Kita akan ungkapkan sampai tuntas," tegasnya.
 
Ia mengakui, terungkapnya kasus penggerekan di Setra Duta tersebut sebagai bagian pengembangan dari pengungkapan kasus narkoba jenis sabu di Bandara Soekarno-Hatta, Kecamatan Cengkareng, Kota Tangerang beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan, tersangka yang tertangkap dalam penggeledahan di Kompleks Setra Duta berjumlah 33 orang. Mereka terdiri dari 30 warga negara Taiwan (16 laki-laki dan 14 perempuan) serta tiga warga negara Indonesia (satu laki-laki dan dua perempuan). Barang bukti narkotika yang disita berupa 2,5 gram shabu, 260 butir psikotropika golongan IV, serta satu set bong alat hisap.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penjaringan dua orang di Bandara Soekarno-Hatta pada 22 Agustus 2015. Mereka adalah Chen Hsin Chieh (warga negara Taiwan) dan Harry Gandhy (warga negara Indonesia) tertangkap dengan barang bukti berupa 2,5 kilogram sabu. Kedua orang tersebut mengaku sebagai kurir shabu yang menerima perintah dari Lim Chandra Sutioso.

Selanjutnya pada 23 Agustus 2015, petugas bergerak untuk membekuk Lim Chandra di Kompleks Ruko Grand Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Di sana aparat menemukan 192 paspor warga negara asing dari Taiwan, Tiongkok, Vietnam,dan Mongolia. Lim mengaku 26 paspor di antaranya milik warga negara Taiwan yang menghuni rumah mewah di Kompleks Setra Duta. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:,