Gamma1 Tetap Berpijak di Langgam Melayu Lewat "Sayang"

Gamma1 Tetap Berpijak di Langgam Melayu Lewat

Gamma1 (foto Wa 0de)

Bandung- Grup band yang dikenal dengan lagunya " 1 atau 2" Gamma1 kembali dengan single ketiganya untuk album kedua yang baru saja diluncurkan di Indonesia. Kamis (27/8/2015) tadi, anak-anak asal BangkaBelitung ini tandang ke Bandung dalam rangka promo dan visit ke beberapa radio di Bandung.
 
Kesempatan di Bandung, Gamma1 menerima CikalNews.com dan 2 media cetak serta 1 televisi swasta  lainnya, untuk berbagi dan saling silaturahmi disebuah kafe di kawasan Burangrang Bandung tidak jauh dari Radio Dahlia. "Ya bersilaturahmi saling share kabar, karena biasanya kan ketemu diacara musik, sekarang kami sengaja datang ke Bandung, karena sudah lama ingin mencicipi kulinernya disamping ketemu teman-teman wartawan," ujar Heri  mewakili rekan-rekannya seperti Nilam, Alung, Andan dan Pandi yang juga ikut bersilaturahmi.
 
Menurut Heri, kehadirannya sekaligus memperkenalkan tembang "Sayang" yang baru saja dilepas ke pasaran. Lagu ciptaan Heri ini berkisah tentang perasaan rindu namun belum saling bertemu. "Idenya dari curhat seorang teman yang berkisah tentang kehidupannya di Jakarta. Karena kesibukan mencari uang hingga tak memiliki waktu menemui kekasihnya. Cerita ini nyata bukan imajinasi saya. Padahal sibuk mencari uang untuk menikahi kekasihnya, dan inginnya sang kekasih percaya sama cintanya," kata Heri seraya memesan tahu gejrot khas Cirebon. 
 
Mendengar lagu "Sayang" Gamma1 masih tak ingin menawarkan hal lain. Mereka masih sangat setia dengan langgam Melayuu atau pop Melayu. "Lumayan lama proses lagu ini terutama dalam mengaransir musiknya karena sempat berubah-rubah, tapi akhirnya ketemu juga selahnya," kali ini Nilam menambahkan. 
 
Nilam juga ikut bangga, karena pada video klip lagu "Sayang" dirinya ikut menjadi model, dan tidak menggunakan model lain sehingga terasa Gamma1 menjadi diri sendiri. "Ini sudah bisa dinikmati videoklipnya di Youtube lho, pokoknya asik bisa liat kami menjadi diri sendiri, sebuah pengalaman yang berbeda dan semoga kami bisa diterima masyarakat, kalau target ya melampaui album pertama kami," lanjut Nilam dan Heri saling melengkapi. 
 
Konsistensi di genre pop Melayu menjadi khas Gamma1 di tengah minimnya grup bergenre Melayu, justru mereka lebih leluasa memainkan musik yang diusung. " Kita bangga bermain di pop Melayu, bisa ekspansi ke Malaysia, karena di sana musik kami bisa juga diterima, bahkan banyak lagu-lagu kami yang disukai di Malaysia," papar Heri. 
 
Lalu apa kunci sukses grup yang datang ke Jakarta di tahun 2012 ini dari Bangka Belitung? " Ya mempertahankan diri agar tetap utuh memang tidak mudah, kristalisasi pendapat dan keterbukaan serta mau saling mendengarkan adalah yang diterapkan dalam kebersamaan ini. Jauh-jauh kami datang dari daerah, harusnya kami bisa tetap menjaga kebersamaan ini. Kalaupun ada yang ingin pamit, pamitlah dengan baik-baik demi kebaikan bersama," ujar Her bijak. 
 
Rekan-rekan yang lainnya pun ikut mendukung pendapat Heri yang pada album pertama banyak mencipta lagu dan di album kedua ini, mereka sedikit berbagi dengan personel lain untuk berkontribusi melahirkan calon hits tembang yang siap dipasarkan. 
 
Grup yang bernaung di bawah bendera Trinity Optima Production ini, tetap yakin musik adalah hidup dan karier mereka ke depan. Tinggal Gamma1 melahirkan karya dan kreativitas agar terhindar dari monotonitas yang kadang membelenggu sebuah kreasi. "Untungnya mungkin karena kami masih muda, shingga kreativitas adalah wajib diterapkan dalam berkarya, kejujuran, dan saling mendukung satu sama lainnya," pungkas Heri tersenyum meyakinkan rekan-rekannya yang lain. (Ode)** 
.

Categories:Musik,
Tags:,