Aliansi Rakyat Jatigede Berunjuk Rasa di Gedung Sate

Aliansi Rakyat Jatigede Berunjuk Rasa di Gedung Sate

Bandung - Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jatigede melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate Kota Bandung, Jumat (28/8/2015). Massa menentang rencana penggenangan Waduk Jatigede, yang dijadwalkan berlangsung 31 Agustus 2015.
 
Sebelum penggenangan, massa menuntut pemerintah memenuhi terlebih dahulu hak-hak warga, yang terkena dampak penggenangan. Mereka menuding pemerintah seolah abai karena tetap memaksakan penggenangan pada 31 Agustus 2015.
 
"Rencana penggenangan di tengah belum selesainya berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat. Akibatnya rakyat terkena dampak semakin resah akan masa depan mereka, sedangkan pemerintah terus mengatakan bahwa sudah tidak ada masalah di lapangan," kata Koordinator Aliansi Rakyat Jatigede Arip Yogiawan.
 
Arip mengatakan, pemerintah tidak memperhatikan PP No. 37 Tahun 2010, tentang Bendungan terutama Pasal 38. Pemerintah juga dianggap tidak mendasarkan penanganan dampak sosial pada standar hak asasi manusia.
 "Ada hal-hal yang diwajibkan dalam konstruksi, pembangunan bendungan harus melakukan kegiatan seperti pembersihan lahan genangan, pemindahan penduduk dan  atau pemukiman kembali penduduk, penyelamatan benda bersejarah, dan pemindahan satwa liar yang dilindungi dari daerah genangan," katanya.
 
Sementara itu, salah seorang warga Desa Pakualam Jatigede, Mahmudin (51), menuturkan, kondisi di lapangan berbeda dengan klaim pemerintah yang menuturkan sudah tidak ada masalah terkait penggenangan Jatigede. Menurutnya, sampai H-3 penggenangan, masih banyak masalah yang belum terselesaikan.
 
"Misalnya, masalah tanah milik warga yang masih terlewat, salah klasifikasi, salah bayar, bayar setengahnya. Itu dianggap gak ada masalah. Kalau Gubernur mau turun ke lapangan akan banyak temui masalah. Satgas pun mengakui masih banyak masalah di Jatigede," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,