Ke Depan Wapres dari Paguyuban Pasundan Kenapa Tidak?

Ke Depan Wapres dari Paguyuban Pasundan Kenapa Tidak?

Pangandaran- Dewan Pangaping/Pembina Paguyuban Pasundan Uu Rukmana berharap ke depannya ada anggota atau pengurus dari organisasi tersebut yang bisa menjadi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia.

"Mimpi saya sebagai Dewan Pangaping PP (Paguyuban Pasundan) ke depan itu silakan saja presiden dari etnis lain tapi wakilnya ke depan harus dari Sunda," kata Uu Rukmana, usai menghadiri Pembukaan Kongres Ke-42 Paguyuban Pasundan, di Kabupaten Pangandaran, Jabar, Jumat (28/8/2015) malam.

Ia menuturkan, selama ada sejumlah anggota/pengurus organisasi tersebut yang sudah berkiprah di kancah nasional seperti menempati posisi menteri. "Alhamdulillah ada beberapa orang sunda yang jadi menteri di kabinet sekarang seperti Pak Yuddy Chrisnandi (Menpan RB), Pak Rudiantara (Menkominfo). Terus Rektor Unpas, Pak Eddy Jusuf dan Rektor ITB Kadarsyah juga layak berkiprah di tingkat nasional," kata dia.

Mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat periode 2009-2014 ini mengatakan untuk memaksimalkan peran serta etnis sunda di kancah nasional maka mereka harus mengubah prinsip "Mangga Ti Payun" (Silakan Duluan) menjadi "Punten Kapayunan" (Maaf Saya Mendahului).

"Saya sepakat dengan pendapatan Pak Didi Turmudzi (Ketua Umum Pengurus Besar PP), bahwa prinsip 'Mangga Ti Payun' itu harus diubah, harus ditinggalkan oleh orang sunda," kata dia.

Namun, lanjut Uu, terlepas dari kekurangan tersebut dirinya memuji kontribusi etnis sunda yang ada di Paguyuban Pasundan untuk dunia pendidikan di Indonesia yakni didirikan ratusan sekolah dari tingkat SD sampai SMA dan empat perguruan tinggi swasta di Kota Bandung. "Peran PP sudah besar, dan kiprahnya dalam dunia pendidikan besar dan hebat, tapi memang dalam kancah nasional belum," katanya.

Kongres Ke-42 Paguyuban Pasundan ini diikuti oleh 500 orang dari semua cabang Paguyuban Pasundan di seluruh Indonesia dan luar negeri seperti di Amerika Serikat, Australia dan Malaysia.

Sejumlah agenda akan dilangsungkan dalam kongres ini  nanti seperti pertanggungjawaban ketua umum Paguyuban Pasundan periode 2010-2015, penentuan ketua umum, menyusun pedoman pokok program kerja, dan rekomendasi kongres.

Selain itu, kongres yang mengangkat tema "Katara Ayana Karasa Manfaatna" ini akan membahas juga tentang meningkatkan rasa kebersamaan dan kegotongroyongan yang saat ini hampir punah serta masalah kemiskinan yang belum juga diminimalisasi.(Ode)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,