1.970 Rumah di Solok Terendam Banjir

1.970 Rumah di Solok Terendam Banjir

1.970 Rumah di Solok Terendam Banjir

Arosuka - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat, H. Abdul Manan mengatakan rumah warga yang terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Batang Lembang, sebanyak 1.970 rumah.

Akibat musibah yang disebabkan oleh hujan lebat sepanjang Kamis (30/10/2014) hingga Jumat  (31/10/2014) itu, katanya di Arosuka, Jumat, sebanyak 2.200 kepala keluarga terpaksa dievakuasi oleh petugas BPBD setempat yang dibantu tim SAR gabungan dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan.

"Kendati sampai Jumat petang air sudah mulai surut, namun untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan, karena hujan rintik rintik masih turun, petugas BPBD terdiri dari Tim Reaksi Cepat TRC dan Pemadam Kebakaran, tetap disiagakan di dua posko yang didirikan," katanya.

Ia menyebutkan, dua titik lokasi posko petugas BPBD yang juga dibantu petugas dari Satpol PP, TNI, Polri, Tagana, PMI dan relawan itu berada di depan Kantor Wali Nagari Selayo dan depan kampus UMMY Koto Baru, Kecamatan Kubung.

Di kedua posko tersebut, kata dia, petugas BPBD telah menyiapkan peralatan penanggulangan bencana, seperti tenda untuk pengungsi, jaket pelampung, perahu karet dan peralatan pendukung lainya.

"Termasuk mempersiapkan kebutuhan logistik pendukungnya, seperti persediaan beras, air mineral dan lain sebagainya," katanya.

Ia juga mengatakan, pada proses evakuasi korban banjir di sejumlah nagari yang tersebar di dua kecamatan Kubung dan Bukit Sundi, petugas gabungan BPBD juga sudah memberi bantuan makanan seperti nasi bungkus dan air mineral, kepada para korban musibah banjir tersebut.

Dari ribuan jiwa korban banjir tersebut, kata Abdul Manan, ada yang sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing setelah air mulai surut dan ada juga yang masih menumpang di rumah sanak keluarga mereka di sekitar Nagari Selayo atau Koto Baru, yang rumahnya tak terkena musibah banjir.

"Berapa total jumlah kerugian materil akibat musibah banjir tersebut, sejauh ini masih dalam pendataan dan penghitungan petugas di lapangan, agar didapat data akurat yang lebih terperinci," katanya.

Terpisah, Camat Kubung, Feri Hendria mengatakan, dari pendataan, jumlah korban banjir di wilayahnya diantaranya 105 KK atau 395 jiwa di Nagari Koto Baru, dengan bangunan fasilitas umum yang tergenang air diantaranya tiga sekolah dasar dan satu PAUD.

"Sedang di Nagari Selayo fasilitas umum yang ikut tergenang banjir diantaranya tuga sekolah dasar satu SMP dan satu SMA " katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,